Proses pembelajaran santri di lingkungan ramah anak tentu lebih nyaman, aman, kondusif dan konsentrasi untuk menimba ilmu agama. "Secara bertahap, kita (dorong) ponpes di daerah ini dapat merealisasikan ramah anak," kata dia.
Menurut dia, baru puluhan ponpes yang sudah memiliki prasarana ramah anak. Dia pun menjabarkan beberapa ciri pondok pesantren yang dia nilai ramah anak. Misalnya, pola pembelajarannya dan asrama tempat tinggal yang memisahkan santri laki-laki dan perempuan.
Selain itu, kata dia, pengajarnya pun disesuaikan. Jika pengajar perempuan, maka menangani santri perempuan dan sebaliknya bila laki-laki ditangani oleh laki-laki.
Kemenag Lebak, kata Badru, terus mengoptimalkan pembinaan dan pengawasan terhadap kiai dan ustad pengelola ponpes untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi santri yang tengah mendalami ilmu agama Islam agar tidak menjadi korban kekerasan.