Ahmad Hukam, mahasiswa Indonesia di Iran (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Hukam mengungkapkan, sejak adanya serangan di Iran, dia tidak kesulitan dalam mendapatkan bahan-bahan pokok, seperti beras, minyak, dan lain sebagainya. Bahkan, toko kelontong dekat tempat tinggalnya pun masih buka seperti biasanya.
"Memang ada kenaikan, sekarang sekitar 160-170 riyal harganya, tapi stok masih mudah didapatkan, tidak ada kepanikan," katanya.
Selain itu, warga Iran di Teheran pun masih menyambut baik warga negara asing yang membeli kebutuhan-kebutuhan pokok di sana. Tak ada panic buying, tak ada penimbunan stok bahan pokok, seluruhnya membantu sesama dan memudahkan WNA yang masih bertahan di Teheran.
"Mereka (warga Iran) baik-baik semua ke warga asing, bahkan tidak ada dipersulit atau dibedakan, semua kebutuhan pokok masih bisa dibeli bebas," ungkapnya.
Ia menerangkan, berdasarkan pandangan matanya sebagai warga negara asing di negara yang tengah mendapat serangan, warga Iran terlihat tegar dan kuat juga berkegiatan seperti biasanya. Tak ada kepanikan berlebih, jalan-jalan umum pun masih terdapat lalu lalang mobil-mobil seperti biasanya. Tak ada kemacetan di perbatasan bahkan tak ada antrean warga Iran yang ingin keluar dari Teheran untuk mengungsi ke negara lain.
"Mereka malah masih berkumpul untuk mengenang Ali Khamenei, jadi memang seperti untuk menunjukkan kekuatan rakyat Iran," jelasnya.