Pasar Bunga Rawa Belong (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Selain stok yang berkurang, harga bunga juga kenaikan dari petani. Bukan karena tanaman layu, melainkan membutuhkan penanganan dalam pengiriman lebih baik. Hal tersebut agar bunga tak cepat layu saat proses perjalanan.
"Dari sana kan biasanya sebelum dikirim disemprot obat gitu agar tidak cepat layu, tapi ternyata kesiram hujan jadi harus diulang lagi jadi kan pengeluaran mereka dua kali lipat, ketika masuk ke sini harganya ikut naik karena resiko saat hujan juga lebih banyak," ungkapnya.
Ia berharap, cuaca ekstrem bisa segera usai sehingga penjualan dan stok kembali normal agar pedagang di pasar yang sudah berdiri sejak 1989 tersebut bisa terus ramai pembeli.
"Meskipun sekarang itu enggak seramai sebelum COVID, tapi semoga bisa terus bertahan," tuturnya.
Sementara itu, pedagang lainnya, Edi (37) mengaku hal yang sama. Ia mengungkapkan, saat musik hujan terdapat beberapa jenis bunga yang mudah layu dan berubah warna.
"Seperti bunga aster, itu kalau kena air hujan lebih gampang hitam, jadi kan kurang bagus," jelasnya.
Meski begitu, ia memastikan harga bunga di lapaknya tak naik terlalu signifikan. Kenaikan harga pada rentang yang normal yakni Rp5-10 ribu saja.
"Sebenarnya biasa saja, cuma memang yang biasanya bunga datang 1 minggu 2 kali sekarang jadi 1 minggu sekali," jelasnya.