Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seorang perempuan sedang menderita super flu
Ilustrasi perempuan sedang menderita gejala flu (freepik.com/benzoix)

Intinya sih...

  • Masyarakat diimbau tak panik dengan adanya super flu

  • Ia menemukan adanya peningkatan kasus flu dengan proses penyembuhan lama

  • Masyarakat juga diimbau menjaga daya tahan tubuh

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengaku belum menemukan adanya kasus super flu di wilayahnya. Pasalnya, wabah super flu sempat viral dan disebut-sebut lebih bahaya dari flu biasa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr Hendra Tarmizi, mengungkapkan pihaknya telah mengantisipasi sebaran super flu tersebut dengan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Imbauan kami sampaikan melalui camat-camat dan puskesmas. Kami mengingatkan agar tidak usah panik tentang super flu ini karena itu hanya flu biasa," ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu (11/1/2026).

1. Masyarakat diimbau tak panik dengan adanya super flu

Hendra Tarmizi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Hendra pun meminta masyarakat untuk tidak panik, pasalnya super flu ini bukanlah jenis virus baru melainkan jenis influenza yang sudah ada sejak lama. Meski begitu, Hendra tetap mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadainya.

Pasalnya, jenis virus yang terinfeksi pada jalur pernafasan yang terasa memper berat dan berkepanjangan dibandingkan flu pada umumnya. Namun, ini dipastikan berbeda dengan COVID-19 yang merupakan virus baru dan berbahaya pada keselamatan.

"Kemenkes menyatakan super flu itu, sebenarnya bukan istilah medis melainkan bahasa populer di masyarakat," ungkapnya.

2. Ia menemukan adanya peningkatan kasus flu dengan proses penyembuhan lama

Ilustrasi tes darah (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Ia bilang, kendati hingga saat ini kasus dengan super flu belum ditemukan di daerahnya, namun pihaknya meminta masyarakat untuk bisa meningkatkan daya tahan tubuh yang baik agar terhindar dari berbagai penyakit.

"Kemudian terkait peningkatan flu di Kabupaten Tangerang, kita laporan dari puskesmas, dari rumah sakit, peningkatannya sama seperti flu-flu biasa, mungkin memang sembuhnya agak lama," tuturnya.

Dalam hal ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat per Desember 2025 terdapat 40 hingga 50 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang terjadi di tengah masyarakat selama masa musim pancaroba.

"Kalau di Kabupaten Tangerang untuk bulan Desember 2025 kemarin yang terakhir itu masing-masing kecamatan itu rata-rata berkisar antara 40 sampai 50 kasus ISPA ditemukan," kata dia.

3. Masyarakat juga diimbau menjaga daya tahan tubuh

ilustrasi pil daya tahan tubuh (pexels.com/Yaroslav Shuraev)

Hendra menegaskan, selama kondisi tubuh sehat, super flu seharusnya dianggap tidak akan menimbulkan masalah serius pada tubuh. Meski begitu, pencegahan harus tetap diterapkan melalui pola hidup sehat.

"Jadi itu yang paling penting. Kemudian banyak makan sayur dan buah untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta berolahraga agar tubuh tetap fit," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team