Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ibu hamil melahirkan di tengah banjir Kota Tangerang
Ibu hamil melahirkan di tengah banjir Kota Tangerang (dok. Pemkot Tangerang)

Intinya sih...

  • Bayi lahir di tengah banjir Cipondoh, Tangerang

  • Kondisi bayi dipantau oleh tim Puskesmas, ibu dan bayi mendapat pemantauan 24 jam

  • 10.690 nasi bungkus dan logistik disalurkan ke korban banjir di 12 wilayah terdampak

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Seorang ibu hamil melahirkan bayinya di tengah kepungan banjir di RW 4, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Diketahui, proses persalinan dilakukan oleh seorang bidan di kawasan tersebut pada Kamis (22/1/2026) malam.

"Meski akses di luar lokasi masih tergenang air cukup tinggi, namun kondisi di dalam klinik relatif aman sehingga pelayanan kesehatan tetap dapat diberikan secara optimal," kata Kepala Puskesmas Petir dr Rini, Sabtu (24/1/2026).

1. Kondisi bayi dipantau oleh tim puskesmas

Ibu hamil melahirkan di tengah banjir Kota Tangerang (dok. Pemkot Tangerang)

Rini menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) pada Puskesmas Petir telah memastikan kondisi bayi dalam keadaan sehat dan stabil. Bayi tersebut telah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari pemeriksaan fisik hingga asesmen kesehatan lanjutan. Hasilnya, tidak ditemukan adanya penyulit maupun indikasi kegawatdaruratan.

“Bayi dalam kondisi stabil, tidak ada komplikasi. ASI dari ibu juga keluar dengan baik dan bayi dapat menyusu dengan lancar,” jelas Rini.

2. Puskesmas juga memantau kondisi ibu dan bayi selama 24 jam

Posko banjir di Kota Tangerang (dok. Pemkot Tangerang)

Selain itu, petugas Puskesmas Petir akan melakukan pemeriksaan secara berkala dengan pantauan intensif 24 jam bersama bidan tersebut. "Jika dibutuhkan evakuasi, koordinasi lintas OPD pun sudah disiapkan," tambahnya.

Selain itu, Pemkot Tangerang juga telah mengevakuasi satu orang ibu hamil dari RW 4 Kelurahan Petir ke Rumah Sakit Cengkareng sebagai langkah antisipasi dan untuk memastikan keselamatan ibu dan janin di tengah situasi banjir. "Terpantau sudah akan masuk tahap persalinan," ungkap Rini.

Pemkot Tangerang melalui perangkat daerah terkait terus melakukan pemantauan kondisi kesehatan warga terdampak banjir, termasuk kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, anak-anak, dan lansia.

“Kehadiran bayi ini menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, pelayanan dan perlindungan terhadap warga tetap menjadi prioritas,” kata dia.

3. Sebanyak 10.690 nasi bungkus dan logistik juga disalurkan ke korban banjir

Posko banjir di Kota Tangerang (dok. Pemkot Tangerang)

Sementara itu, hingga Sabtu, Pemkot Tangerang terus menggencarkan penyaluran bantuan bagi warga terdampak bencana banjir, di 12 wilayah terdampak. Tercatat, bantuan permakanan yang telah didistribusikan mencapai 10.690 nasi bungkus, disertai berbagai kebutuhan logistik penting lainnya.

"Seperti, air mineral 216 dus, mi instan 120 dus, beras 5kg 103 karung, family kita 46 pcs, kids ware 30 pcs. Kasur lipat 25 pcs, dan selimut 152 pcs," ungkap Acep Wahyudi, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang.

Lanjutnya, bantuan tersebut disalurkan secara bertahap melalui posko-posko pengungsian serta titik-titik terdampak, dengan melibatkan perangkat daerah terkait, relawan, dan unsur kewilayahan.

"Pemkot Tangerang menegaskan bahwa distribusi bantuan akan terus dilakukan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Prioritas utama adalah pemenuhan kebutuhan pangan, air bersih, serta perlengkapan dasar bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil," jelas Acep.

"Untuk penyaluran paling krusial adalah Alamanda Periuk, Ciledug, hingga Cipondoh. Itu menjadi titik-titik penerima bantuan terbanyak," tambahnya.

Editorial Team