Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gas 3 Kg Langka, Warga Tangerang Antre di Agen Gas
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
  • Antrean panjang masyarakat beli gas 3 kg di Tangerang, mulai jam 7 pagi.
  • Mayoritas antrean ibu-ibu kesulitan mencari gas untuk memasak lauk dan kebutuhan sehari-hari.
  • Pedagang catering asal Dumpit mengantre gas jauh dari rumahnya karena sulitnya mencari penjual gas di tempatnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Antrean masyarakat yang hendak membeli gas tabung 3 kilogram (kg) mengular di sebuah agen yang berlokasi di Jalan Palem Raya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Senin (3/2/2025). Panjangnya antrean terlihat sejak pukul 07.00 pagi tadi, padahal agen baru buka pada pukul 12.00 WIB.

Mayoritas yang antre adalah ibu-ibu yang mengaku sudah kesulitan mencari gas tabung 3 kg. Padahal gas tersebut peruntukannya untuk memasak lauk, air, ataupun kebutuhan sehari-hari.

"Sudah susah dari minggu lalu. Bingung saya juga, pagi harus masak, terutama bekel anak-anak sekolah. Sekarang jadi harus beli lauk di luar, yang ada pengeluaran hari-hari jadi lebih besar," keluh Santi, salah seorang ibu muda yang tengah mengantre.

1. Warga mengantre sejak pukul 07.00 pagi

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Santi mengaku telah mengantre sejak pukul 07.00 WIB. Hal tersebut lantaran, dia takut kembali kehabisan gas 3 kg tersebut hingga sudah untuk memasak.

“Dari jam 7, ngantrenya. Ini juga belum jelas ada atau tidaknya. Tapi ini baru dikasih tau bukannya jam 12 siang,” ujarnya.

2. Pengusaha catering juga sulit berjualan jika gas langka

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Salah satu pedagang catering asal Dumpit, kelurahan Bencongan, Kabupaten Tangerang, Rudiyah memilih mengantre gas yang jauh dari rumahnya. Lantaran di tempatnya sudah tidak ada lagi yang menjual gas.

“Sudah enggak ada lagi yang jual. Terakhir beli Januari tanggal 20-an. Harganya juga dinaikin jadi 25 ribu. Setelah itu udah engga ada yang jual lagi,” kata Rudiyah.

3. Kemacetan panjang terjadi akibat antrean tersebut

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Selain antrean panjang, terlihat kemacetan panjang akibat antrean puluhan emak-emak yang ingin membeli gas. Hal ini terjadi karena mereka mengantre sedikit memakan badan jalan dan kendaraan roda dua yang diparkir sembarangan.

"Ini kayanya semuanya dari Perumnas ke sini belinya, karena di eceran udah engga ada sama sekali," kata Rudiyah.

Editorial Team