Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten
Potret Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten (unsplash.com/ammar_andiko)

Intinya sih...

  • Kemenhub siapkan 4 pelabuhan di Banten untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2026

  • Empat pelabuhan dengan layanan moda transportasi berbeda agar tidak terjadi penumpukan di kawasan Merak

  • Pola arus mudik ke arah Sumatra berbeda dengan arus ke wilayah timur Pulau Jawa, perlu sinergi demi lancanya pelaksanaan mudik

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Serang, IDN Times - Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menyiapkan empat pelabuhan di Provinsi Banten untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2026. Strategi ini dilakukan untuk memecah kepadatan kendaraan yang selama ini terpusat di jalur penyeberangan Merak menuju Sumatra.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengatakan Banten menjadi salah satu titik paling krusial dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran, khususnya untuk penyeberangan antarpulau.

“Banten menjadi salah satu titik paling krusial dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran, khususnya untuk penyeberangan,” kata Dudy usai rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran 2026 di Pendopo Gubernur Banten, Senin (16/2/2026).

1. Empat pelabuhan yang disiapkan layani pemudik ke Sumatra

Menteri Dudy bersama Gubernur Banten (IDN Times/Khaerul Anwar)

Kemenhub akan mengoptimalkan operasional empat pelabuhan dengan pembagian layanan moda transportasi berbeda agar tidak terjadi penumpukan di kawasan Merak.

Pembagian peruntukan pelabuhan tersebut meliputi, Pelabuhan Ciwandan milik PT Pelindo melayani kendaraan roda dua dan truk angkutan barang kecil. Krakatau Bandar Samudera (KBS) disiapkan sebagai salah satu alternatif penyeberangan menuju Pelabuhan Panjang, Lampung.

Kemudian, Pelabuhan Merak difokuskan untuk kendaraan pribadi dan bus penumpang dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) di Bojonegara diarahkan melayani truk berukuran besar.

“Ini adalah antisipasi kami untuk memecah arus. Kalau dalam kondisi normal semua melalui Merak, tapi untuk kondisi Lebaran kami optimalkan empat pelabuhan tersebut,” kata Dudy.

2. Arus mudik ke Jawa-Sumatra lebih jadi perhatian khusus

Ilustrasi arus mudik di pelabuhan. (IDN Times/Khaerul Anwar)

Menurut Dudy, pola arus mudik ke arah Sumatra berbeda dengan arus ke wilayah timur Pulau Jawa. Pergerakan kendaraan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur cenderung terdistribusi ke berbagai kota tujuan.

Ia mencontohkan, kendaraan dari Jabodetabek ke arah timur akan terbagi ke sejumlah daerah seperti Cirebon, Brebes, Tegal, hingga Semarang. Sebaliknya, arus kendaraan menuju Sumatra terkonsentrasi di satu titik penyeberangan.

“Kalau dari 1.000 kendaraan dari Jabodetabek menuju Merak, maka itu akan tetap 1.000 ke titik yang sama. Inilah tugas kami untuk mengurai arus tersebut agar tidak terjadi kemacetan parah di wilayah Banten,” ujarnya.

3. Pemprov siap sinergi demi lancanya pelaksanaan mudik

Ilustrasi arus mudik di pelabuhan. (IDN Times/Khaerul Anwar)

Sementara itu, Andra Soni menyatakan rapat koordinasi bersama Kemenhub menjadi langkah awal untuk mematangkan kesiapan angkutan mudik 2026 di wilayahnya.

“Beberapa hal telah disampaikan dan semua akan terus kita sinkronkan supaya penyelenggaraan Angkutan Mudik Tahun 2026 bisa berjalan dengan lancar,” kata Andra.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team