Tangerang Selatan, IDN Times — Hasil uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan menunjukkan kualitas air Sungai Jaletreng sempat mengalami penurunan signifikan pasca kebakaran gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama di kawasan Setu.
Kepala DLH Tangsel, Bani Khosyatullah mengatakan, perubahan kualitas air terdeteksi dari hasil pengujian sampel yang diambil pada 9, 10, dan 12 Februari 2026.
“Beberapa parameter kualitas air menunjukkan pH sangat rendah atau bersifat asam dibandingkan baku mutu, kemudian terjadi peningkatan signifikan pada BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand), serta peningkatan nilai TSS (Total Suspended Solids),” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, lonjakan parameter tersebut mengindikasikan adanya beban pencemar yang masuk ke badan air dalam waktu singkat.
