Armada BPBD Kota Tangerang (Dok. Pemkot Tangerang)
Salah satu upaya yang dilakukan untuk penanganan bencana yakni penambahan delapan unit armada baru. Yakni, empat unit mobil tangki kapasitas 4 ribu liter yang didistribusikan ke empat UPT BPBD dan dua unit mobil tangki kapasitas 10 ribu liter untuk suplai air dan dukungan pemadaman.
Selanjutnya, dua unit mobil rescue untuk kegiatan evakuasi dan penanganan darurat seperti pohon tumbang, binatang liar, dan kejadian nonkebakaran lainnya. Armada baru ini dilengkapi dengan berbagai fitur pendukung operasional, termasuk GPS tracker untuk memudahkan mobilisasi ke lokasi kejadian.
“Mobil-mobil baru ini sangat membantu. Ada yang berkapasitas besar untuk suplai air, ada juga mobil kecil yang bisa masuk ke area sempit dan digunakan untuk evakuasi. Semua dilengkapi dengan GPS agar mobilisasi lebih cepat dan efisien,” tambahnya.
Ia menambahkan, armada baru ini menggantikan sejumlah kendaraan lama yang telah berusia antara 15 hingga 20 tahun. Sehingga, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja petugas di lapangan.
Selain penambahan armada, BPBD terus meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Tahun ini, sebanyak 120 personel telah mengikuti pelatihan pemadam kebakaran dan rescue untuk memperkuat keterampilan serta kesiapsiagaan petugas.
“Dengan dukungan armada baru dan SDM yang terlatih, kami optimis dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat, tanggap, dan profesional kepada masyarakat,” tutupnya.
Bertambahnya armada baru, total kendaraan operasional BPBD Kota Tangerang kini mencapai 29 unit yang siap digunakan dalam upaya penanggulangan bencana dan pelayanan masyarakat di seluruh wilayah kota.