Polisi olah TKP perampokan ibu rumah tangga di Neglasari, Kota Tangerang (dok. Polres Metro Tangerang Kota)
Lalu, lanjut Jauhari, sekitar pukul 04.00 WIB, korban masuk ke kamar untuk bersiap melaksanakan salat subuh dan mengambil air wudhu di kamar mandi. Saat itulah pelaku yang sudah berada di sekitar dan memantau rumah korban yang sepi, lalu timbul niat jahat masuk secara diam-diam.
"Pelaku bahkan sempat mengambil kain sarung yang ada di lokasi untuk menutupi wajahnya agar tidak dikenali," katanya.
Ketika korban sedang mengambil air wudhu, pelaku tiba-tiba menyerang dari belakang dengan menutup mulut korban dan mencekik lehernya. Korban sempat melawan, namun kalah tenaga. Korban akhirnya terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Memanfaatkan kondisi tersebut, pelaku kemudian mengambil perhiasan emas yang sedang dikenakan korban berupa kalung, gelang, dan cincin dengan total berat sekitar 65 gram. "Pelaku juga mengambil uang tunai sekitar Rp1,5 juta yang berada di dalam rumah," katanya.
Setelah melakukan aksinya, pelaku lantas melarikan diri melalui jalan pemukiman warga menuju arah makam Kristen yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian dan menggunakan angkutan umum arah serpong dan naik ojek pangkalan menuju Cilenggang, Tangerang Selatan (Tangsel).
"Saat sadarkan diri, korban melihat perhiasannya raib dan langsung melaporkan ke Mapolres Metro Tangerang Kota," jelasnya.