Serang, IDN Times — Pelaksanaan imunisasi massal campak di Provinsi Banten belum sepenuhnya berjalan mulus. Dinas Kesehatan mencatat masih adanya penolakan dari sebagian masyarakat, meski capaian program terus meningkat dan kini telah menyentuh 68 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengatakan pihaknya menargetkan imunisasi massal rampung pada akhir April 2026, dengan sasaran sekitar 380 ribu anak balita.
“Untuk imunisasi massal ini sudah di angka 68 persen. Harapan kami di akhir bulan April ini sudah selesai, jadi doanya saja biar selesai sehingga untuk penularan (campak) sudah mulai berkurang,” ujar Ati, Minggu (26/4/2026).
Isu Kehalalan Vaksin Hambat Imunisasi Campak di Banten

1. Kasus campak sempat melonjak di Banten pasca lebaran
Gencarnya pelaksanaan imunisasi ini dilakukan menyusul wabah campak di Banten yang sempat menembus hingga 4.000 kasus suspek. Saat ini, tren kasus mulai melandai. Jika sebelumnya penambahan kasus bisa mencapai 400 orang per pekan, kini turun signifikan menjadi di bawah 100 kasus.
Ati menjelaskan, lonjakan kasus sempat terjadi usai periode Lebaran akibat tingginya mobilitas masyarakat.
"Bahkan, dalam satu pekan saat puncak arus mobilitas, penambahan kasus sempat mencapai 600," katanya.
2. Percepatan imunisasi terkendala isu kehalalan vaksin
Meski demikian, percepatan imunisasi masih menghadapi tantangan di lapangan. Penolakan dari sebagian warga menjadi salah satu kendala utama. Alasan penolakan beragam, mulai dari kekhawatiran anak mengalami efek samping setelah imunisasi hingga keraguan terhadap kehalalan vaksin.
“Penolakan pasti ada, karena mereka belum yakin manfaatnya. Ada yang takut anaknya sakit, ada juga yang khawatir vaksinnya haram,” kata Ati.
3. Sebanyak 8 persen sasaran sempat menolak divaksin
Ia menyebutkan, sekitar 8 persen dari kelompok sasaran sempat menolak imunisasi. Namun, sebagian besar akhirnya bersedia setelah dilakukan pendekatan persuasif dan edukasi yang melibatkan berbagai pihak, seperti ketua RT, RW, hingga organisasi masyarakat.
Ati menegaskan bahwa vaksin campak yang digunakan aman dan halal. Upaya edukasi terus dilakukan agar masyarakat tidak ragu mengikuti program imunisasi.
“Yang menolak itu akhirnya bisa, awalnya tidak mau, kita rayu dulu sampai dia mau,” ujarnya.