Serang, IDN Times – Herman, paman dari Hasanuddin, korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mahasiswi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) bernama Yosmaida Sophia Saldina (20), menilai pihak lawan tidak menunjukkan itikad baik sejak awal kejadian.
Herman mengaku, seluruh kebutuhan Hasanuddin, mulai dari perawatan di rumah sakit hingga pemulihan, ditanggung penuh oleh keluarga korban. “Saya yang mengurus semua, dari awal sampai sekarang. Tidak ada perhatian dari pihak Yosmaida,” kata Herman, Rabu (27/8/2025).
Keluarga Korban Kecelakaan: Tak Ada Itikad Baik dari Yosmaida

Intinya sih...
Keluarga korban melapor ke polisi setelah tidak ada respons dari Yosmaida
Korban disebut mengalami luka serius
Alasan keluarga korban menolak damai
1. Keluarga korban melapor ke polisi setelah tidak ada respons dari Yosmaida
Menurutnya, keluarga korban sempat menunggu penyelesaian secara kekeluargaan. Namun, karena tak kunjung ada respons, pihaknya akhirnya memilih jalur hukum dengan bantuan pengacara.
“Baru setelah proses hukum berjalan, mereka datang ke rumah kami,” katanya.
2. Korban disebut mengalami luka serius
Herman menegaskan, dampak kecelakaan ini sangat serius terhadap kondisi ponakannya. Hingga kini Hasanuddin belum pulih sepenuhnya bahkan mengalami gangguan berpikir.
“Kami merasa tersinggung kalau ada yang menganggap ini hal sepele. Faktanya ponakan saya masih menderita,” katanya.
3. Alasan keluarga korban menolak damai
Ia menambahkan, keluarga korban sebenarnya bisa lebih menerima jika sejak awal pihak Yosmaida menunjukkan kepedulian, misalnya datang menjenguk ke rumah sakit.
Ia mengaku pihak pelaku sempat akan memberikan kompenasi ke korban, namun, dinilai keluarga nilainya tak pantas dan upaya perdamaian berjalan buntu.
"Kami sadar ini musibah, hanya minta kompensasi yang pantas. Tapi yang terjadi, mereka hanya pernah menyanggupi Rp1 juta, setelah itu tidak ada kabar,” katanya.