Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jelang Lebaran, Permintaan Kemasan Reusable Naik 20 Persen
Jelang Lebaran, Permintaan Kemasan Reusable Naik 20 Persen (Dok. Alvaboard)

  • Menjelang Lebaran 2026, permintaan kemasan reusable berbahan polypropylene naik sekitar 20 persen karena meningkatnya aktivitas belanja online dan distribusi logistik selama Ramadan.
  • ALVAboard mencatat lonjakan pemesanan dari sektor logistik hingga 30 persen, dengan total proyeksi mencapai 140 ribu unit kemasan berbagai ukuran untuk kebutuhan mudik dan e-commerce.
  • Tren penggunaan kemasan ramah lingkungan makin diminati, didorong kesadaran konsumen terhadap efisiensi biaya dan keberlanjutan, serta dukungan program daur ulang bersama mitra pengelolaan sampah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Permintaan kemasan reusable berbahan polypropylene meningkat sekitar 20 persen menjelang Lebaran 2026, seiring naiknya aktivitas belanja online dan pengiriman barang selama Ramadan.
  • Who?
    Peningkatan disampaikan oleh ALVAboard melalui Business Development Manager Carmen Yonathan dan Chief Marketing Officer Christabelle Priscilla, melibatkan pelaku UMKM serta industri logistik.
  • Where?
    Kenaikan permintaan terutama terjadi di wilayah Jabodetabek, dengan tambahan sekitar 15 persen berasal dari wilayah Jawa dan luar pulau.
  • When?
    Kondisi ini berlangsung sejak awal Ramadan hingga menjelang Lebaran tahun 2026, dengan data terakhir disampaikan pada Selasa, 10 Maret 2026.
  • Why?
    Peningkatan dipicu lonjakan transaksi e-commerce selama Ramadan serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan kemasan ramah lingkungan yang dapat digunakan berulang kali.
  • How?
    Pemesanan dilakukan oleh UMKM dan sektor logistik untuk kebutuhan pengiriman paket dan barang mudik; ALVAboard memproyeksikan total pemesanan mencapai sekitar 140 ribu unit kemasan PP Board.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times — Permintaan kemasan reusable untuk pengiriman barang menjelang Lebaran 2026 meningkat, seiring melonjaknya aktivitas belanja online masyarakat selama Ramadan.

Peningkatan transaksi di platform e-commerce turut mendorong lonjakan kebutuhan kemasan pengiriman, bahkan sejumlah pelaku industri logistik mencatat kenaikan aktivitas distribusi selama periode tersebut.

Produsen kemasan berbahan polypropylene (PP Board), ALVAboard, memperkirakan pemesanan boks kemasan reusable meningkat sekitar 20 persen dibandingkan Ramadan tahun lalu.

“Pemesanan secara perorangan biasanya dari pelaku UMKM untuk kirim paket atau pemudik yang membawa barang. Itu naik sekitar 20 persen dibanding Ramadan tahun lalu,” kata Business Development Manager ALVAboard, Carmen Yonathan pada Selasa (10/3/2026).

1. Permintaan kemasan dari sektor logistik juga meningkat

Ilustrasi Lebaran. (IDN Times/Aditya Pratama)

Carmen menjelaskan, peningkatan permintaan tidak hanya datang dari pelaku usaha kecil, tetapi juga dari industri logistik.

Menurutnya, permintaan kemasan dari sektor distribusi seperti pengiriman makanan beku atau frozen food bahkan meningkat hingga 30 persen selama Ramadan.

ALVAboard memproyeksikan total pemesanan boks kemasan berbahan polypropylene itu dapat mencapai sekitar 140 ribu unit sejak awal Ramadan hingga Lebaran 2026.

2. Ukuran kemasan untuk mudik dan e-commerce paling banyak dicari

ilustrasi lebaran (pexels.com/mentatdgt)

Ia menyebutkan ukuran kemasan yang paling banyak digunakan untuk membawa barang mudik adalah 70x50x40 sentimeter yang mampu menahan beban hingga 50–70 kilogram (kg).

Sementara itu, ukuran 40x20x20 centimeter (cm) menjadi pilihan utama untuk kebutuhan pengiriman paket e-commerce.

“Pemesanan paling banyak masih berasal dari wilayah Jabodetabek, sedangkan dari wilayah Jawa dan luar pulau sekitar 15 persen,” ujarnya.

3. Tren kemasan reusable semakin diminati

Sementara itu, Chief Marketing Officer ALVAboard, Christabelle Priscilla menilai, lonjakan permintaan juga dipicu meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kemasan yang lebih ramah lingkungan.

Menurutnya, kemasan berbahan PP kini mulai banyak digunakan sebagai alternatif pengganti kardus karena lebih tahan lama dan dapat digunakan berulang kali.

“Konsumen sekarang mencari kemasan untuk menggantikan kardus. Mereka melihat kemasan tidak lagi sekadar pelindung produk, tetapi juga menjaga efisiensi biaya dan keberlanjutan,” katanya.

Selain itu, perusahaan juga mendorong penerapan ekonomi sirkular dengan bekerja sama dengan mitra pengelolaan sampah untuk memastikan limbah kemasan dapat dikumpulkan dan didaur ulang kembali.

Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pengelolaan sampah berkelanjutan yang juga didorong oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Supply chain yang kuat tidak hanya soal kecepatan distribusi, tetapi juga bagaimana industri mengelola dampak lingkungannya,” kata Christabelle.

Editorial Team