Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kasus Campak Meningkat di Kota Tangerang, Ini Langkah Pemkot
Ilustrasi campak (freepik.com/pch.vector)

  • Pemkot Tangerang mengimbau orangtua segera lengkapi imunisasi anak setelah meningkatnya kasus campak, terutama pada anak yang belum mendapat imunisasi lengkap.
  • Dinkes menegaskan campak sangat menular dan bisa sebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak, sehingga imunisasi jadi langkah pencegahan utama.
  • Puskesmas diminta tingkatkan pemantauan kasus dan dukung program Imunisasi Kejar Serentak bagi anak usia 9–59 bulan dengan layanan gratis di puskesmas serta posyandu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times — Pemerintah Kota Tangerang mengimbau para orangtua segera melengkapi imunisasi anak, menyusul meningkatnya laporan kasus campak, beberapa waktu terakhir. Data dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang menunjukkan, sebagian besar kasus terjadi pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni mengatakan, campak merupakan penyakit yang sangat menular dan dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak dengan daya tahan tubuh rendah.

“Imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penularan serta melindungi anak dari dampak penyakit yang lebih berat,” ujar Dini, Selasa (10/3/2026).

1. Campak bisa menimbulkan komplikasi serius pada anak

ilustrasi campak (freepik.com/Freepik)

Menurut Dini, imunisasi campak sangat penting untuk melindungi anak dari berbagai risiko penyakit yang dapat memicu komplikasi. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain pneumonia, diare berat, hingga radang otak.

“Kami mengimbau para orangtua untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan imunisasi sesuai jadwal,” katanya.

2. Puskesmas diminta meningkatkan pemantauan kasus

ilustrasi pengambilan darah untuk diagnosis campak (familydoctor.org)

Dinkes Kota Tangerang juga telah menginstruksikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran campak.

Fasilitas kesehatan, seperti puskesmas, diminta memantau kasus-kasus campak secara aktif, sekaligus memperkuat pelayanan imunisasi rutin. Langkah itu dilakukan untuk memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila ditemukan kasus baru.

Selain itu, Pemerintah Kota Tangerang juga melaksanakan program Imunisasi Kejar Serentak atau Catch Up Campaign pada Maret 2026. Program ini menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan yang belum memiliki status imunisasi lengkap.

Dini menegaskan seluruh layanan imunisasi tersedia secara gratis di puskesmas maupun posyandu. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan agar anak-anak terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Editorial Team