Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kasus Muntaber Massal di Serpong Lagoon, Jumlah Korban Jadi 176 Orang

Kota Tangerang Selatan
2 min read
Kasus Muntaber Massal di Serpong Lagoon, Jumlah Korban Jadi 176 Orang
penampakan bakteri di bawah mikroskop (pexels.com/Turek)

  • Kasus muntaber massal di Perumahan Serpong Lagoon, Tangerang Selatan, meningkat menjadi 176 orang per 19 Oktober 2026 dan dikaitkan dengan paparan bakteri E. coli pada air rumah warga.
  • Pendataan dilakukan melalui Google Form bagi pelanggan air PT Arfa Putra Soegama yang mengalami demam, mual, muntah, atau diare; satu warga masih dirawat di rumah sakit.
  • Dinkes Tangsel meminta penghentian sementara penggunaan air, pembersihan instalasi pengolahan, dan uji mutu berkala; pemerintah serta penyedia air menyalurkan pasokan air bersih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang Selatan, IDN Times – Kasus muntaber yang dialami warga Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), bertambah menjadi 176 orang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel menyebut kasus tersebut berkaitan dengan paparan bakteri E coli pada air yang dialirkan ke rumah warga.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tangsel, Fitria Oriza mengatakan, angka tersebut merupakan data terbaru per Senin (19/10/2026). “Per kemarin 176 orang,” ungkap Fitria saat, Selasa (20/10/2026).

  1. 1. Warga mengisi formulir karena mengalami gejala

    ilustrasi gejala stress pada perempuan (pexels.com/MART PRODUCTION)
    ilustrasi gejala stress pada perempuan (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Menurut Fitria, pendataan warga terdampak dilakukan melalui tautan formulir Google Form (yang disebarkan kepada pelanggan air yang dikelola PT Arfa Putra Soegama. Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat di DPRD Tangsel pada Rabu (14/10/2026), jumlah kasus muntaber yang dilaporkan mencapai 146 orang.

    Fitria menjelaskan warga yang mengisi formulir merupakan pelanggan yang mengalami sejumlah gejala. “Yang mengisi link warga Serpong Lagoon yang memiliki gejala, demam mual muntah mencret,” kata Fitria.

    Hingga Selasa (20/10/2026), masih ada satu warga yang menjalani perawatan di rumah sakit akibat terinfeksi bakteri E coli.

  2. 2. Dinkes minta warga hentikan pemakaian air

    Dinkes Tangsel Uji Sampel Takjil Ramadan untuk Cegah Keracunan (Dok. Dinkes Tangsel)
    Dinkes Tangsel Uji Sampel Takjil Ramadan untuk Cegah Keracunan (Dok. Dinkes Tangsel)

    Dinkes Tangsel merekomendasikan warga Serpong Lagoon menghentikan sementara penggunaan air yang disalurkan oleh pengelola kawasan.

    Penyedia air di perumahan tersebut juga diminta membersihkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) serta melakukan pemeriksaan baku mutu air secara berkala. Setelah kasus muntaber massal terungkap, penyedia air disebut telah memberikan bantuan pasokan air bersih dalam kemasan kepada warga.

    Pemerintah daerah juga telah mengirimkan tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga selama persoalan tersebut ditangani.

    Fitria mengatakan PT Arfa Putra Soegama saat ini melakukan pemeriksaan kualitas air melalui uji laboratorium. “Setelah mereka lakukan perbaikan, namun belum ada informasi untuk hasilnya,” kata Fitria.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More