Gubernur Banten Andra Soni saat menyampaikan Kepgub jam operasional truk (Dok. Khaerul Anwar)
Di tengah persoalan darurat sampah lintas daerah, Gubernur Banten Andra Soni mendorong percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai solusi jangka panjang. Ia menilai persoalan sampah sudah menjadi masalah nasional.
“Sampah ini sudah menjadi permasalahan nasional. Salah satu solusinya adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah,” kata Andra.
Ia menyebutkan, Provinsi Banten mendapatkan dua proyek PLTSa yang masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN), masing-masing untuk wilayah aglomerasi Tangerang Raya dan Serang Raya. Untuk Tangerang Raya, kesiapan teknis TPA Jatiwaringin disebut telah mencapai sekitar 95 persen.
“Dalam waktu dekat kita akan melaksanakan rapat koordinasi kedua,” ujarnya.
Sementara untuk PLTSa Serang Raya, Pemprov Banten masih memfokuskan pemenuhan sejumlah prasyarat, terutama kesiapan lahan dan ketersediaan kuota sampah. “Jumlah sampahnya belum mencukupi untuk dilaksanakan sebagai program prioritas nasional,” kata Andra.
Ia menegaskan, pembangunan PLTSa harus dibarengi dengan perubahan sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, termasuk perubahan perilaku masyarakat.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga,” ujarnya.
Sebagai informasi, Pemerintah Kota Serang saat ini menghentikan sementara pengiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan ke TPAS Cilowong untuk melakukan evaluasi dampak lingkungan dan sosial. Sementara itu, Pemkot Tangsel mengalihkan sekitar 200 ton sampah per hari ke Cileungsi, Kabupaten Bogor, sebagai langkah darurat.