Pelaku perekrut scammer ke Laos ditangkap Polres Bandara Soetta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Yandri menambahkan, pengembangan kasus dilakukan hingga akhirnya pada 24 Januari 2026, polisi berhasil menangkap tersangka NS di Palembang. Dari hasil pemeriksaan, NS mengaku mengenal pelaku utama Y sejak 2023.
Kepada polisi NS mengatakan, pada September 2025, Ia dihubungi Y untuk mencarikan calon pekerja dengan iming-iming pekerjaan sebagai marketing kripto di Laos.
"NS kemudian bertugas mengumpulkan dokumen seperti KTP, KK, akta lahir, dan ijazah untuk pembuatan paspor,” papar Yandri.
Yandri juga mengungkap peran masing masing tersangka dalam jaringan ini. Peran NS adalah menerima syarat pendaftaran RANDM dan SAR, seperti Kartu Keluarga, KTP, kartu keluarga dan ijazah, mentransfer uang sebesar Rp3.000.000 kepada ASF dan TFY sebagai biaya perjalanan dari Palembang ke Jakarta; mengenalkan SRANDM dan SAR kepada Y dalam hal mencari pekerjaan di Laos; memandu enam orang calon PMI tersebut agar bisa lolos pemeriksaan di Bandara Soekarno Hatta lewat grup Whatsapp LAOS GROUP.
"Lalu menjalankan perintah Y untuk mengurus keberangkatan enam orang calon PMI dari mulai dari Palembang ke Jakarta dan sebelum berangkat ke Negara Laos," katanya.
Sementara Y berperan mengatur segala hal tentang keberangkatan 6 orang calon PMI ke Laos, sebagai orang yang membiayai 6 calon PMI untuk keberangkatan 1 Oktober 2025, meelakukan interview kepada 6 calon PMI, menyediakan pekerjaan sebagai marketing Kripto di negara Laos.