Comscore Tracker

6 Bangunan Tua Bersejarah di Tangerang, Cocok untuk Wisata Edukasi

Jika ingin berkunjung, jangan lupa tetap jaga prokes ya! 

Tangerang, IDN Times - Wilayah Tangerang Raya memiliki sejarah panjang. Gak heran, sejumlah bangunan tua sebagai saksi bisu, ada di Tangerang Raya.

Beberapa bangunan bersejarah itu, mulai dari situs keagamaan, hingga fasilitas umum yang sudah terbangun sejak jaman penjajahan dahulu.

Nah, kali ini terdapat 6 rekomendasi tempat bersejarah di Tangerang yang bisa dikunjungi sebagai wisata edukasi.

1. Klenteng Boen San Bio

6 Bangunan Tua Bersejarah di Tangerang, Cocok untuk Wisata EdukasiIDN Times/Dok. Dispar Provinsi Banten

Bangunan ini terletak di Jalan Pasar Baru, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Klenteng Boen San Bio berada persis di pinggir jalan.

Klenteng ini dibangun sekitar tahun 1689 oleh pedagang asal Tiongkok bernama Lim Tau Koen. Klenteng ini dibangun sebagai tempat untuk meletakkan patung Dewa Bumi (Kim Sin Khongco Hok Tek Tjeng Sin).

Uniknya, klenteng seluas 4.650 meter persegi memiliki petilasan tokoh agama Islam asal Jawa Barat, yakni Raden Surya Kencana dan istrinya. Dahulu, petilasan ini berada di depan klenteng, namun saat terkena pelebaran jalan petilasan ini dipindahkan ke dalam klenteng.

Makanya tak heran, banyak pula pengunjung yang muslim datang untuk berziarah di petilasan Raden Surya Kencana tersebut.

2. Klenteng Boen Tek Bio

6 Bangunan Tua Bersejarah di Tangerang, Cocok untuk Wisata EdukasiIDN Times/Dok. Instagram @Pomo_official99

Terletak di Jalan Bakti No 14, Sukasari, Kota Tangerang, Klenteng Boen Tek Bio berada di dalam gang kawasan kuliner Pasar Lama.

Jika baru pertama berkunjung ke klenteng tersebut, kamu dapat bertanya di sekitar Pasar Lama dan pastinya semua orang tahu keberadaan klenteng tertua di Banten tersebut.

Dibangun pada tahun 1684 oleh salah seorang kapitan atau tuan tanah, bangunan ini awalnya hanya berupa rumah biasa, namun terjadi renovasi besar-besaran pada tahun 1844 dengan melibatkan ahli khusus dari Tiongkok.

Klenteng ini dibangun untuk menghormati Dewi Kwan Imm. Boen Tek Bio sendiri berasal dari bahasa Hokkian yang memiliki arti khusus. Boen berarti intelektual, tek berarti kebajikan, dan bio berarti tempat ibadah. Secara etimologi, Boen Tek Bio berarti tempat bagi umat manusia untuk menjadi insan yang penuh kebajikan dan intelektual.

3. Museum Benteng Heritage

6 Bangunan Tua Bersejarah di Tangerang, Cocok untuk Wisata EdukasiIDN Times/Dok. Instagram Benteng Heritage

Tak jauh dari Klenteng Boen Tek Bio, terdapat Museum Benteng Heritage yang juga kental dengan nuansa ala umat Kong Hu Cu dan budaya negeri Tiongkok.

Museum ini dibangun pada abad ke-17. Awalnya, bangunan ini sangat tidak terawat, namun saat diambil alih oleh Udaya Halim, dilakukan restorasi hingga mendekati bangunan aslinya.

Alhasil, bangunan tua ini difungsikan sebagai museum dan meraih banyak penghargaan, salah satunya adalah Juara Pertama pada ajang FIABCI (Federation International des Administrateurs de Bien-Conselis Immobiliers) di tahun 2012.

4. Masjid Kali Pasir

6 Bangunan Tua Bersejarah di Tangerang, Cocok untuk Wisata EdukasiIDN Times/Dok. Instagram @ayunmakhzun

Masjid Kali Pasir merupakan masjid tertua di Tangerang yang merupakan peninggalan dari Kerajaan Padjajaran.

Berada di Jalan Kali Pasir, Kota Tangerang, masjid ini berada di pinggir jalan dekat dengan Sungai Cisadane. Bangunan tua ini mengadopsi elemen dan corak khas Tiongkok, namun tidak menghilangkan elemen islamnya, terbukti dengan adanya kaligrafi yang berasal dari masa Kerajaan Padjajaran dahulu.

Masjid ini, dulu juga merupakan salah satu pusat penyebaran islam di wilayah Tangerang, lantaran adanya Sungai Cisadane yang menjadi transportasi umum masyarakat kala itu.

5. Bendungan Pintu Air Sepuluh

6 Bangunan Tua Bersejarah di Tangerang, Cocok untuk Wisata EdukasiIDN Times/Dok. Instagram @herryd23

Bendungan Pintu Air Sepuluh merupakan bendungan tertua di Tangerang. Saat dibangun pada tahun 1927, bendungan ini bertujuan untuk mengairi 400 hektare sawah yang ada di sepanjang aliran bendungan.

Memiliki tinggi mencapai 110 meter dan panjang 125 meter, bendungan ini dibangun saat masa penjajahan Belanda di Indonesia. Disebut bendungan Pintu Air Sepuluh lantaran bendungan ini memilih 10 tiang penyangga.

Pengunjung bisa langsung datang untuk dapat naik dan melihat Sungai Cisadane dari atas bendungan. Akan ada pemandu juga yang menjelaskan terkait sejarah dan fungsi bendungan tersebut.

6. Stasiun Tangerang

6 Bangunan Tua Bersejarah di Tangerang, Cocok untuk Wisata EdukasiIDN Times/Dok. Instagram @Salman.elomany

Tak banyak yang tahu kalau Stasiun Tangerang merupakan cagar budaya. Hal tersebut lantaran Stasiun yang berada di Jalan Kisamaun, Kota Tangerang tersebut dibangun pada tahun 1889 dan menjadi stasiun tertua di Tangerang.

Awalnya, stasiun ini terbuat dari material kayu namun kini telah direstorasi menjadi bangunan dengan tembok semen dan batubata sehingga lebih kokoh.

Stasiun tersebut hingga kini masih beroperasi dan tetap dijaga bentuk aslinya. 

Baca Juga: Pecinta Kuliner Wajib Coba 9 Tempat Makan di Tangerang Raya Ini

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya