Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Melacak Jejak Matinya Aliran Kali Ciputat di BXChange Mall
peta berjudul Kebajoran yang dipublikasi tahun 1937 buktikan eksistensi 2 aliran Kali Ciputat (Dok. Koleksi Dutch Colonial Map Universitas Leiden)
  • Sebagian aliran Kali Ciputat di Tangerang Selatan tertutup akibat pembangunan BXChange Mall oleh PT Jaya Real Property, menyebabkan hilangnya jalur air yang dulu mengalir hingga wilayah Pondok Jaya.
  • Warga sekitar mengenang Kali Ciputat kecil sebagai sumber kehidupan pada era 1980–1990-an, namun kini mati akibat proyek rehabilitasi pintu air dan tanggul sejak tahun 2024.
  • Perubahan aliran kali diduga memperparah banjir di kawasan Taman Mangu Indah, membuat banyak warga menjual rumahnya, sementara pihak pengembang menyebut hal itu sebagai penataan berizin resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang Selatan, IDN Times - Mencuatnya fakta ditutupnya sebagian aliran Kali Ciputat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk pembangunan pusat perbelanjaan BXChange Mall oleh pengembang kawasan Bintaro, PT Jaya Real Property Tbk, ramai jadi sorotan sejumlah pihak.

Berdasarkan penelusuran lapangan yang dilakukan pada Kamis (30/4/2026) dan Jumat (1/5/2026) di beberapa bagian aliran kali, utamanya pada titik persimpangan aliran air yang berada di Pintu Air Nuri, Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat.

Pada titik itu, jika dilihat dari satelit pencitraan sumber terbuka Google Earth, hingga tahun 2012, aliran kali tersebut masih tampak dari persimpangan Pintu Air Nuri melintasi rel kereta api di Stasiun Jurangmangu dan jalan tol hingga ke arah Pondok Jaya. Lalu pada tahun 2013, dalam satelit pencitraan itu tampak aliran kali tersebut hilang setelah melintasi ruas jalan tol. Aliran tersebut tergantikan dengan bangunan Mal BXChange yang terlihat dalam tahap pembangunan.

Eksistensi aliran kali tersebut juga terkonfirmasi dalam dokumen koleksi Dutch Colonial Maps di perpustakaan Universitas Leiden, Belanda. Dalam peta berjudul Kebajoran yang dipublikasi tahun 1937, tampak keberadaan sungai tersebut ditandai dengan nama K. Tjipoetat. Peta tersebut juga mengonfirmasi adanya persimpangan dua aliran kali, dengan aliran yang berada di sebelah barat identik dengan aliran Kali Ciputat yang keberadaannya sebagian berganti menjadi Mal BXChange.

1. Aliran kali tersebut mati karena proyek rehabilitasi pintu air yang menyodet aliran kali

Pantauan IDN Times, kini aliran air di kali tersebut tampak tak lagi mengalir sedari hulunya di pintu air karena tertutupnya pintu air. Jikapun pintu air itu dibuka, air yang seharusnya mengalir ke hilir akan kembali berbelok ke aliran utama Kali Ciputat, karena adanya sodetan dari 'leher' aliran tersebut ke aliran utama.

Selain itu kondisi kali selebar dua meter lebih ini sangat memprihatinkan karena pendangkalan akibat timbunan sedimentasi, rerumputan dan sisa batang pohon yang tumbang.

Memasuki area rumah pemotongan hewan dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), aliran Kali Ciputat kecil ini kembali dialiri air yang terpantau bersumber dari saluran limbah domestik MCK warga, drainase jalan Cendrawasih yang berada di barat aliran kali dan aliran buangan air lain yang belum diketahui.

Lalu, aliran kali yang berbau tak sedap itu mengalir ke arah jembatan rel kereta api di Staiun Jurangmangu, berbelok ke arah timur di antara bantaran rel kereta api dan jalan tol, menyempit menjadi hanya satu meter.

2. Sempat jadi sumber kehidupan, Kali tersebut kini mati

Aliran Kali Ciputat kecil mati dengan kondisi memprihatinkan (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Menurut kesaksian Indra, 53 tahun, warga yang tinggal di sebelah Pintu Air Nuri yang juga merupakan anak mantan petugas penjaga pintu air, aliran air Kali Ciputat yang menuju ke arah BXChange Mall tersebut mati akibat proyek rehabilitasi pintu air dan pembangunan tanggul di aliran utama Kali Ciputat pada tahun 2024. Padahal, kata Indra, aliran kali yang ia sebut sebagai Kali Ciputat kecil ini pernah menjadi sumber kehidupan bagi warga sekitar.

Pada era 1980-1990-an akhir, Kali Ciputat kecil yang bermuara di Pintu Air Nuri dan mengalir ke arah utara menyeberangi rel kereta api sekitar Stasiun Jurangmangu dan terus mengalir menuju wilayah Pondok Jaya dan seterusnya, menjadi tempat favorit anak-anak untuk mandi dan bermain, sementara orang dewasa menggunakan airnya yang jernih untuk mandi, mencuci pakaian dan alat dapur. Sungai tersebut juga dihuni berbagai jenis ikan khas air tawar seperti tawes, emas, gabus, betok hingga beragam kerang air tawar seperti kijing dan laya.

"Kalau dulu alami banget, bisa berenang mandi segala macam. Saya pernya nyusurin (sungai) sampai ke Pondok Jaya, dulu kali-nya enggak seperti ini lebih serem angker. Saya sama orang tua saya (dahulu sering menyusuri) kali ini sama orang tua saya buat nyari ikan," kata Indra.

Indra bercerita, berdasarkan ingatan dan cerita dari ayahnya sebagai penjaga pintu air, aliran Kali Ciputat kecil merupakan sungai alami yang kemudian dimanfaatkan warga kala itu untuk mengairi hamparan sawah yang membentang di sekitar aliran kali dari hulunya sekitar pintu air, hingga hamparan sawah di alirannya yang kini telah berubah menjadi kawasan pusat perbelanjaan Bintaro XChange.

"Alirannya dari sini (hulu di pintu air) terus ke Stasiun Jurangmangu, ke arah Pondok Jaya membelah (kini mal Bintaro) XChange itu. Dulu fungsinya itu buat sawah, airnya mengalir bagus," kata dia.

Indra masih berharap sungai tersebut kembali hidup mengalir seperti semula, tak seperti kini kering atau sedikit terisi air hujan yang hanya diam menggenang.

"Yang penting hidup lagi, dirapihinlah," kata dia.

3. Rusaknya kali ini, diduga memicu banjir di kawasan pemukiman warga kelas menengah ke bawah

Jalan sekitar Perumahan Taman Mangu Indah selalu tergenang luapan Kali Ciputat

Perubahan atau bisa dibilang rekayasa aliran Kali Ciputat, disinyalir berdampak pada hilir aliran. Terdekat dari titik perubahan aliran ialah kawasan perumahan warga kelas mengengah ke bawah, yakni Komplek Taman Mangu Indah. Di kawasan ini, aliran Kali Ciputat membelah dua wilayah, yakni Kelurahan Jurang Mangu Barat dan Pondok Aren. Aktivitas warga pada umumnya masih terlihat, namun suasana berbeda terasa saat memasuki wilayah RW 12 di sisi barat kali tersebut.

Alih-alih aktivitas warga yang ramai, deretan rumah di kawasan ini justru dipenuhi plang bertuliskan “Dijual”. Tercatat sekitar 38 rumah memasang tanda tersebut.

Seorang warga berinisial M yang telah tinggal lebih dari 30 tahun di kawasan itu mengungkapkan, banjir menjadi alasan utama banyak warga memilih pindah. “Saya kurang tahu detailnya, tapi yang jelas karena banjir,” ujarnya.

Tren rumah dijual di kawasan tersebut semakin meningkat sejak 2024, seiring meningkatnya intensitas banjir di kawasan tersebut.

4. Ini penjelasan manajemen Bintaro

Perwakilan pengembang Bintaro Jaya saat menghadiri rapat dengar pendapat Pansus RTRW DPRD Tangsel (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Sebelumnya, manajemen PT Jaya Real Property (JRP), pengembang kawasan Bintaro di Pondok Aren, Tangerang Selatan, mengakui adanya perubahan fungsi aliran Kali Ciputat yang kini menjadi bagian dari kawasan Bintaro XChange Mall. Perubahan tersebut diklaim sebagai bagian dari penataan kawasan agar lebih produktif dan telah dilakukan berdasarkan kajian serta arahan kementerian terkait.

Manajer Perencanaan PT JRP, Virona Pinem menjelaskan bahwa proses penataan tersebut telah melalui tahapan panjang dan memiliki dasar perizinan dari pemerintah pusat.

“Jadi dulu itu prosesnya sudah cukup lama dari kabupaten dan diarahkan, sudah diproses ini. Jadi sekarang sudah ada, izinnya sudah ada cukup lama. Jadi, bukan perubahan aliran sebenarnya, ini penataan istilahnya. Jadi bukan perubahan. Persepsinya yang kadang-kadang mungkin memang karena belum tahu. Kementerian juga pasti akan mempelajari pastinya,” kata Virona usai Rapat Dengar Pendapat dengan Panitia Khusus Raperda RTRW DPRD Tangsel, Rabu (22/4/2026).

Editorial Team