Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Sementara itu, Agus mengungkapkan, pihaknya menargetkan PNBP dari sektor Keimigrasi pada tahun 2026 Rp8,5 triliun. Angka tersebut meningkat dari target 2025 yakni Rp6,5 triliun.
Hal tersebut lantaran realisasi dari PNBP Keimigrasian tahun 2025 jauh melampaui target yakni Rp10 triliun. Sebagai upaya untuk mencapai target tersebut, pihaknya menambah 18 kantor Imigrasi di seluruh Indonesia.
"Dengan penambahan Kantor Imigrasi tentunya akan lebih dekat masyarakat bisa berhubungan, mudah-mudahan juga bisa meningkatkan pendapatan negara bukan pajak," ungkapnya.
Pembukaan 18 kantor Imigrasi tersebut juga diharapkan bisa lebih mendekatkan pelayanan ke masyarakat, terutama di Kabupaten/Kota yang terlampau luas.
"Di samping juga nanti akan kami buka lounge-lounge pelayanan di mal maupun di tempat-tempat yang diminta para bupati wali kota yang memang selama ini masih belum semuanya kami bisa penuhi," jelasnya.
Sementara, Plt.Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Yuldi Yusman menjelaskan, dengan bertambahnya 18 kantor imigrasi baru, saat ini jumlah kantor imigrasi di seluruh Indonesia mencapai 151 unit. Penambahan ini menurutnya, bukan hanya bermanfaat bagi WNI saja, melainkan juga bagi WNA yang berada di Indonesia.
"Terutama dalam hal izin tinggal, kordinasi keimigrasian dan tanggapan terhadap pelanggaran" kata Yuldi.
Ke-18 kantor imigrasi yang baru terdapat di wilayah Morowali Sulawesi Tengah, Blora Jawa Tengah, Kulon Progo, Purworejo, Lombok Timur, Garut, Tegal, Bengkulu Utara, Bantaeng, Lubuklinggau, Bone, Pasuruan, Pohuwato, Padang Sidumpuan, Tabanan, Klungkung, Tapanuli Utara dan Mempawah.