Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri Imipas, Agus Andrianto
Menteri Imipas, Agus Andrianto (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Intinya sih...

  • Pihaknya membutuhkan 1 persen dari total PNBP

  • Kemen Imipas juga sudah mendapat instruksi dari Menteri Keuangan

  • Tahun 2026, target PNBP Imigrasi sekitar Rp8,5 triliun

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan, Agus Andrianto bakal meminta persetujuan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, untuk menggunakan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) Imigrasi. Dana itu rencananya akan dipakai untuk meningkatkan kapasitas balai permasyarakatan (bapas). Hal tersebut untuk mendukung penerapan KUHP dan KUHAP Baru agar lebih maksimal.

"Saya juga mohon izin kepada Pak Menteri Keuangan agar kami bisa menggunakan dari PNBP Imigrasi, tentunya dengan presentasi yang kecil," kata Agus saat Hari Bhakti Imigrasi ke-67 di Kampus Poltekip dan Poltekim, Kota Tangerang, Senin (26/1/2026).

1. Pihaknya membutuhkan 1 persen dari total PNBP

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Agus menuturkan, penggunaan PNBP tersebut pun dipastikan hanya sebagian kecil, yakni sekitar 1 persen dari total yang didapatkan dari seluruh Kantor Imigrasi. Nantinya, angka tersebut akan digunakan untuk menambah perbaikan fasilitas bapas.

"Sekitar 100 sampai 150 miliar rupiah, ini juga bisa menambah ruangan bagi tahanan yang selama ini overload," jelasnya.

2. Kemen Imipas juga sudah mendapat instruksi dari Menteri Keuangan

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sebelumnya, Kementerian Imipas juga telah mengajukan penambahan anggaran kepada Menteri Keuangan untuk meningkatkan kapasitas dan fasilitas bapas dalam mendukung penerapan KUHP dan KUHAP baru.

"Kemarin dari arahan Bapak Menteri Keuangan gunakan dulu anggaran yang sudah ada nanti akan diajukan kekurangannya," jelasnya.

3. Tahun 2026, target PNBP Imigrasi sekitar Rp8,5 triliun

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sementara itu, Agus mengungkapkan, pihaknya menargetkan PNBP dari sektor Keimigrasi pada tahun 2026 Rp8,5 triliun. Angka tersebut meningkat dari target 2025 yakni Rp6,5 triliun.

Hal tersebut lantaran realisasi dari PNBP Keimigrasian tahun 2025 jauh melampaui target yakni Rp10 triliun. Sebagai upaya untuk mencapai target tersebut, pihaknya menambah 18 kantor Imigrasi di seluruh Indonesia.

"Dengan penambahan Kantor Imigrasi tentunya akan lebih dekat masyarakat bisa berhubungan, mudah-mudahan juga bisa meningkatkan pendapatan negara bukan pajak," ungkapnya.

Pembukaan 18 kantor Imigrasi tersebut juga diharapkan bisa lebih mendekatkan pelayanan ke masyarakat, terutama di Kabupaten/Kota yang terlampau luas.

"Di samping juga nanti akan kami buka lounge-lounge pelayanan di mal maupun di tempat-tempat yang diminta para bupati wali kota yang memang selama ini masih belum semuanya kami bisa penuhi," jelasnya.

Sementara, Plt.Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Yuldi Yusman menjelaskan, dengan bertambahnya 18 kantor imigrasi baru, saat ini jumlah kantor imigrasi di seluruh Indonesia mencapai 151 unit. Penambahan ini menurutnya, bukan hanya bermanfaat bagi WNI saja, melainkan juga bagi WNA yang berada di Indonesia.

"Terutama dalam hal izin tinggal, kordinasi keimigrasian dan tanggapan terhadap pelanggaran" kata Yuldi.

Ke-18 kantor imigrasi yang baru terdapat di wilayah Morowali Sulawesi Tengah, Blora Jawa Tengah, Kulon Progo, Purworejo, Lombok Timur, Garut, Tegal, Bengkulu Utara, Bantaeng, Lubuklinggau, Bone, Pasuruan, Pohuwato, Padang Sidumpuan, Tabanan, Klungkung, Tapanuli Utara dan Mempawah.

Editorial Team