Pandeglang, IDN Times — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa di SDN Pandeglang 4 mendapat catatan evaluasi setelah temuan ulat pada menu makanan yang dibagikan kepada murid. Pihak penyedia dapur MBG mengakui kejadian tersebut merupakan kelalaian saat proses penyaringan bahan makanan.
Kepala SDN Pandeglang 4, Ayoh mengatakan sebagian siswa tidak menghabiskan makanan karena kondisi menu yang dinilai tidak layak konsumsi. “Ya betul, banyak yang tidak dimakan. Kalau diganti juga sayang, kemungkinan tetap tidak dimakan,” ujar Ayoh kepada wartawan, Sabtu (14/2/2026).
Menu MBG di SDN Pandeglang Ditemukan Berulat, SPPG Akui Lalai

Intinya sih...
Pihak sekolah mengaku telah mengajukan komplain ke SPPG
Ada dua ompreng yang terkontaminasi ulat PIC SPPG Pandeglang
SPPG berjanji peristiwa tak akan terulang lagi
1. Pihak sekolah mengaku telah mengajukan komplain ke SPPG
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (12/2/2026). Ayoh menjelaskan, pihak sekolah langsung menyampaikan komplain kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah menemukan adanya ulat di dalam menu yang akan disantap siswa.
“Kami sudah komplain ke pihak dapur MBG,” katanya.
Menurutnya, kejadian tersebut baru pertama kali terjadi sejak program MBG berjalan di sekolahnya. Ia berharap kualitas pengolahan dan pengecekan makanan dapat ditingkatkan agar tidak terulang kembali.
“Mudah-mudahan ke depan dapur MBG Tenjolaya bisa lebih baik lagi dalam pelayanan menu MBG untuk siswa,” katanya.
2. Ada dua ompreng yang terkontaminasi ulat
PIC SPPG Pandeglang 3, Rendi, juga membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menyebut ada dua ompreng makanan yang terkontaminasi ulat. “Kemarin yang ada ulatnya ada dua ompreng. Itu murni kelalaian kami saat proses skrining,” kata Rendi.
Ia menjelaskan, bahan sayuran yang digunakan dalam menu MBG memang memiliki risiko tinggi terkontaminasi ulat maupun kotoran, terutama jika proses penyortiran tidak dilakukan secara detail.
“Sayuran memang berisiko tinggi, apalagi yang berpasir. Ini jadi evaluasi kami,” ujarnya.
3. SPPG setempat berjanji peristiwa tak akan terulang lagi
Rendi memastikan pihak dapur akan memperketat proses pemeriksaan bahan baku dan pengolahan makanan. Ia juga menjamin kejadian serupa tidak akan terulang.
Kasus ini menjadi perhatian dalam pelaksanaan program MBG di wilayah Pandeglang, Banten, khususnya terkait standar kebersihan dan pengawasan menu makanan untuk siswa sekolah dasar. “Ini jadi bahan evaluasi. Kami jamin ke depan tidak akan terjadi lagi,” katanya.