Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Minim Pengamanan, Proyek Pemprov Banten Picu Kecelakaan di Serpong
Ilustrasi Kecelakaan Sepeda Motor. (pexels.com/Valentin Sarte)
  • Proyek rehabilitasi pedestrian dan drainase Jalan Raya Serpong senilai Rp13,42 miliar memicu kecelakaan setelah Erdin Sugiatna menghindari tumpukan tanah dan lubang galian.

  • Erdin mengalami luka lecet serta memar, sementara motornya rusak dan tak bisa dipakai bekerja sebagai kurir makanan. Ia menyoroti minimnya rambu dan pembatas keselamatan.

  • Warga meminta kontraktor dan PUPR Banten memasang barikade, penerangan, serta rambu jelas. Hingga 14 Oktober 2026, Kepala Dinas PUPR belum memberi keterangan resmi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang Selatan, IDN Times – Proyek rehabilitasi pedestrian dan drainase di Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), yang menelan anggaran Rp13,42 miliar dari APBD Provinsi Banten, memicu kecelakaan yang menyebabkan korban luka.

Warga bernama Erdin Sugiatna mengaku terjatuh saat berupaya menghindari tumpukan tanah sisa galian yang memakan badan jalan. Ia menilai area proyek minim rambu peringatan dan pembatas keselamatan.

Erdin menceritakan, insiden terjadi ketika dirinya melintas menuju Serpong. Ia tiba-tiba menemukan tumpukan tanah di badan jalan sehingga harus menghindar.

“Jadi saya mau ngarah ke Serpong, tiba-tiba itu ada tumpukan tanah saya kaget, hampir nyemplung saya ke lobang galiannya,” ungkap Erdin, Kamis (15/10/2026).

1. Motor kurir makanan ikut rusak

Akibat kejadian tersebut, Erdin mengalami luka lecet dan memar di sejumlah bagian tubuh, mulai dari tangan, lutut, hingga pergelangan kaki.

Menurut dia, kondisi lokasi penggalian saat itu tidak dilengkapi tanda peringatan maupun garis pembatas yang cukup jelas bagi warga yang melintas. Erdin juga mengaku sepeda motor yang biasa digunakannya untuk bekerja sebagai kurir makanan mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.

“Sangat membahayakan, area galian ga dipasang garis pengaman (safety line) yang memadai dan tidak ada papan peringatan yang terlihat jelas untuk warga yang melintas,” ujar Udin saat menunjukkan luka yang dialaminya.

“Motor rusak, ga bisa di pake jadi sementara sambil nunggu motor bener dirumah aja,” tutupnya.

2. Proyek bernilai Rp13,42 miliar

ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

Proyek rehabilitasi pedestrian dan drainase tersebut mencakup pengerjaan drainase sepanjang 1,48 kilometer di kawasan Jalan Raya Serpong.

Proyek dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten pada Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp13,42 miliar.

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) yang disebut dalam laporan tersebut, proyek mencantumkan komitmen Sustainable Public Procurement (SPP) atau Pengadaan Berkelanjutan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Namun, kondisi keselamatan di lokasi proyek kini menjadi sorotan setelah warga mengalami kecelakaan. Tumpukan tanah hasil galian di pinggir jalan serta lubang drainase yang terbuka dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin berisiko ketika malam hari atau saat hujan deras karena lubang dan material proyek dapat lebih sulit terlihat oleh pengguna jalan.

Hingga Selasa (13/10) sampai Rabu (14/10/2026), Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga maupun penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi proyek.

3. Warga minta pengamanan diperbaiki

Kadis PUPR Arlan Marzan (Dok. Khaerul Anwar)

Warga berharap kontraktor dan PUPR Provinsi Banten segera memperbaiki sistem pengamanan di sepanjang area pengerjaan. Langkah yang diminta antara lain pemasangan barikade pengaman, penambahan lampu penerangan, serta rambu peringatan yang mudah terlihat pengguna jalan.

Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah kecelakaan serupa kembali terjadi hingga proyek rehabilitasi pedestrian dan drainase di Jalan Raya Serpong selesai.

Curated For You

Editorial Team

Related Article