Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Motor Kadernya Hilang di BSD City, Ansor Soroti Keamanan Kawasan
Motor Kader Ansor Tangsel Hilang di BSD, Keamanan Kawasan Disorot (Dok. IDN Times/mat)
  • Seorang kader Ansor di Tangsel kehilangan motor di area parkir berbayar BSD City sejak Oktober 2025, namun hingga kini kasusnya belum menemukan titik terang.
  • Pihak korban menilai pengelola parkir dan keamanan kawasan kurang responsif, dengan sistem CCTV minim serta tanggung jawab keamanan yang saling lempar.
  • Korban melalui kuasa hukumnya berencana menggugat pengelola parkir dan kawasan karena dinilai lalai memberikan perlindungan meski memungut biaya parkir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang Selatan, IDN Times - Kasus pencurian motor yang dialami kader Ansor Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di kawasan Ruko Boulevard Tekno, BSD City, hingga kini belum menemui titik terang. Peristiwa yang terjadi sejak Oktober 2025 itu disebut belum mendapatkan penanganan memadai, sementara pelaku masih berkeliaran.

Korban diketahui bernama Dennis, anggota Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Tangsel. Motor miliknya hilang pada 24 Oktober 2025 di kawasan Industri Taman Tekno, Serpong.

Kuasa hukum korban, Allan Apriyanto, menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Ia menyebut, kliennya tiba di kantor sekretariat Ansor sekitar pukul 01.00 WIB dan langsung beristirahat di lantai dua.

“Klien kami kembali ke kantor sekitar jam 1 sampai 2 dini hari, lalu tidur di lantai dua. Saat bangun pukul 06.00 WIB, motor sudah tidak ada di parkiran,” ujar Allan, Senin (13/4/2026).

1. Kronologi kejadian

Ilustrasi pencurian motor (IDN Times/Ayu Afria)

Mengetahui motornya hilang, korban langsung melakukan penelusuran, termasuk meminta rekaman CCTV di sekitar lokasi. Namun, hasilnya tidak menemukan jejak kendaraan tersebut.

“Klien kami sudah menelusuri CCTV di setiap ruko, tapi tidak diketahui motor itu ada di mana,” katanya.

Allan mengungkapkan, pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke pengelola parkir, serta pihak keamanan di kawasan Taman Tekno BSD City. Namun, respons yang diterima dinilai tidak maksimal dan cenderung berlarut-larut.

Bahkan, permintaan klarifikasi tertulis kepada pihak terkait hingga pengelola kawasan Sinar Mas Land disebut tidak mendapatkan tanggapan yang memadai.

“Dari secure parking sempat ada tawaran ganti rugi, tapi belum sesuai dengan kerugian yang dialami klien kami. Selain kerugian materiil, ada juga kerugian imateriil karena prosesnya berlarut,” jelasnya.

2. Pihak keamanan disebut tak bertanggungjawab

Motor Kader Ansor Tangsel Hilang di BSD, Keamanan Kawasan Disorot (Dok. IDN Times/mat)

Ia juga menyebut pihak keamanan mengklaim bahwa pengamanan aset bergerak seperti kendaraan bukan menjadi tanggung jawab mereka.

Menurut Allan, kasus ini menunjukkan adanya dugaan kelalaian kolektif dari pengelola kawasan, mulai dari sistem keamanan hingga fasilitas pendukung seperti CCTV yang dinilai minim.

“Fakta di lapangan, pengamanan sangat lemah, bahkan tidak ada CCTV yang memadai. Berdasarkan informasi warga, kasus kehilangan di kawasan ini bukan yang pertama dan sudah sering terjadi,” ungkapnya.

3. Pihak-pihak terkait akan digugat oleh korban

Motor Kader Ansor Tangsel Hilang di BSD, Keamanan Kawasan Disorot (Dok. IDN Times/mat)

Atas dasar itu, pihaknya berencana menempuh jalur hukum dengan menggugat pihak-pihak terkait untuk meminta pertanggungjawaban.

“Kami akan ajukan gugatan ke pengadilan terhadap pengelola parkir, keamanan, dan pengelola kawasan karena mereka memungut biaya, tapi tidak memberikan perlindungan yang layak,” tegas Allan.

Kasus ini pun menjadi sorotan terkait standar keamanan di kawasan komersial, khususnya yang menarik biaya parkir namun dinilai belum memberikan jaminan keamanan bagi pengunjung.

Editorial Team