Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Orangtua Korban Desak Proses Hukum atas Kecelakaan Maut Pandeglang
Mobil kadis di Pandeglang yang menabrak kerumunan siswa (Dok.Tangkapan layar video/warga-Aris)
  • Orangtua korban kecelakaan di Pandeglang meminta polisi memproses hukum Kepala Dinas DPMPTSP, Ahmad Mursidi, yang mobilnya menabrak kerumunan siswa dan warga hingga menewaskan dua orang.
  • Saiful Bahri, ayah salah satu korban selamat, mengungkapkan rasa syukur anaknya masih hidup meski harus menjalani perawatan lanjutan setelah mengalami luka akibat tabrakan tersebut.
  • Polisi menyelidiki penyebab kecelakaan yang melibatkan mobil dinas Toyota Innova hitam dan menduga faktor kelalaian atau kondisi kesehatan pengemudi sebagai kemungkinan penyebab insiden.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil dinas Kepala DPMPTSP Pandeglang menyebabkan sembilan korban, dua di antaranya meninggal dunia, dan memicu permintaan proses hukum dari orangtua korban.
  • Who?
    Pengemudi mobil adalah Ahmad Mursidi, Kepala DPMPTSP Pandeglang. Salah satu orangtua korban bernama Saiful Bahri meminta agar pelaku diproses hukum. Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kejadian ini.
  • Where?
    Kecelakaan terjadi di depan SDN Sukaratu 5, wilayah Pandeglang, Banten. Mobil melaju dari arah Perempatan Cikole menuju Pertigaan Cipacung sebelum menabrak kerumunan siswa dan warga sekitar lokasi.
  • When?
    Peristiwa terjadi pada Kamis, 30 April 2026. Pernyataan dari keluarga korban disampaikan pada Minggu, 3 Mei 2026, sementara penyelidikan polisi masih berlangsung hingga saat ini.
  • Why?
    Penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki oleh kepolisian. Dugaan sementara mengarah pada faktor kelalaian atau kondisi kesehatan pengemudi, namun belum ada kepastian resmi mengenai hal tersebut.
  • How?
    Mobil Toyota Innova hitam yang dikendarai Ahmad Mursidi diduga oleng ke kanan dan menabrak pengend
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Serang, IDN Times – Orangtua korban kecelakaan yang melibatkan mobil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang, Ahmad Mursidi, meminta polisi memproses hukum pelaku.

Peristiwa kecelakaan yang terjadi Kamis (30/4/2026) tersebut mengakibatkan sembilan orang menjadi korban. Masing-masing tujuh siswa, serta dua warga yakni seorang pedagang dan pengendara motor. Dua orang dilaporkan meninggal dunia. Yakni satu siswa di lokasi kejadian dan satu pedagang setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

1. Orangtua korban minta pelaku diproses hukum

ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)

Saiful Bahri (37), orangtua siswa SDN Sukaratu 5 yang menjadi korban, berharap pelaku segera diproses sesuai hukum yang berlaku.

Ia mengaku sedih melihat kondisi para korban, terutama anak-anak yang mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.

“Sedih, kasihan lihat anak luka-luka,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

2. Anaknya selamat, namun masih dirawat

Mobil kadis di Pandeglang yang menabrak kerumunan siswa (Dok. Tangkapan layar video/warga-Aris)

Saiful bersyukur anaknya selamat dan kini telah mendapatkan penanganan medis. Meski kondisinya mulai membaik, anaknya masih harus menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit.

Alhamdulillah sekarang sudah ditangani dan sudah baikan, tapi masih harus tetap dirawat,” katanya.

Ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut saat dirinya sedang berjualan sayur. Setelah mendapat kabar dari kerabat, ia langsung ke rumah sakit, dan sempat mendatangi sekolah anaknya.

Anaknya yang menjadi korban diketahui merupakan siswa kelas empat dan merupakan anak pertamanya.

“Pas saya jualan sayur dikasih tahu, langsung saya ke rumah sakit," katanya.

3. Polisi menyelidiki penyebab kecelakaan

Ilustrasi kecelakaan mobil. (IDN Times/Aditya Pratama)

Kasatlantas Polres Pandeglang, AKP Surya Muhammad, menjelaskan kecelakaan terjadi saat mobil Toyota Innova hitam yang dikendarai Ahmad Mursidi melaju dari arah Perempatan Cikole menuju Pertigaan Cipacung.

Setibanya di lokasi, kendaraan diduga oleng ke kanan hingga menabrak kerumunan siswa di depan SDN Sukaratu 5. Sebelum itu, mobil juga sempat menabrak seorang pengendara motor.

“Kecelakaan lalu lintas terjadi di depan SDN Sukaratu 5, melibatkan kendaraan Toyota Innova hitam yang menabrak kerumunan anak sekolah,” ujarnya.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap kronologi kejadian.

“Dugaan sementara bisa karena faktor kelalaian atau kondisi kesehatan pengemudi. Saat ini pengemudi masih dalam pemeriksaan, namun kondisinya belum memungkinkan untuk dimintai keterangan secara maksimal,” jelasnya.

Editorial Team