Thanksinsomnia. (instagram.com/thanksinsomnia)
Diketahui, kasus tersebut pertama kali mencuat usai adanya postingan pengakuan akun @aarummanis di platform X yang diduga mengalami pelecehan seksual. Akun tersebut mengunggah utas terkait pengalaman tak menyenangkan yang dialaminya sebagai talent photoshoot dan videoshoot brand yang diduga milik Mohan Hazian.
Sesi pemotretan yeng berlangsung pada Mei 2025 tersebut berjalan normal layaknya pemotretan pada umumnya tanpa kejadian yang mencurigakan. Namun saat @aarummanis berpamitan untuk pulang, Mohan untuk makan bersama di depan talent scouter. Ajakan tersebut ternyata hanya kedok Mohan untuk melakukan kekerasan seksual kepadanya, mulai dari memaksa @aarummanis, mencium, hingga masturbasi di atasnya.
Lantaran viralnya utas tersebut beberapa pihak memilih untuk mengambil sikap tegas. Salah satunya Shira Media. Sebagai penerbit yang menerbitkan buku Mohan Hazian, Shira mengunggah pernyataan sikap yang memutuskan untuk menghentikan seluruh aktivitas komersial buku Mohan, termasuk menyetop rencana pencetakan ulang, distribusi, promosi, dan kemungkinan kerja sama di masa mendatang.
"Kami mendukung proses penanganan dan investigasi yang transparan, adil, dan berpihak pada korban, sehingga hak-hak korban sepenuhnya terpenuhi," ujar Shira dalam pernyataan, dikutip pada Selasa (10/2/2026).
Selain Shira Media, jenama Thanksinsomnia pun turut angkat bicara lewat pernyataan resmi yang menyatakan bahwa Mohan tidak lagi aktif secara kerja sama dan kepemilikan terhadap brand. Thanksinsomnia menegaskan bahwa Mohan tak lagi terlibat secara operasional maupun profesional dan menonaktifkannya sejak 9 Februari 2026.
"Perlu kami tegaskan bahwa isu yang berkaitan dengan saudara Mohan Hazian merupakan masalah pribadi," tulisnya dalam klarifikasi resmi.