Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemkot Tangsel Belanja Ratusan Juta untuk Sewa Aquarium
Pemkot Tangsel Belanja Ratusan Juta untuk Sewa Aquarium (IDN Times/Muhamad Iqbal)

  • Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengalokasikan dana APBD ratusan juta rupiah untuk sewa aquarium pada tahun anggaran 2025 dan 2026 melalui Sekretariat Daerah.
  • Pada tahun 2026, anggaran sewa aquarium dipangkas karena kebijakan efisiensi, dengan pengurangan di beberapa lokasi seperti ruang blandongan.
  • Kabag Umum Sekretariat Daerah menjelaskan bahwa tujuan penyewaan aquarium adalah mempercantik ruangan kepala daerah agar tampak lebih estetis bagi tamu yang datang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang Selatan, IDN Times - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menghabiskan ratusan juta rupiah untuk sewa aquarium dengan menggunakan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun anggaran 2025, Pemerintah Kota Tangsel diketahui menghabiskan sekitar Rp450 juta lalu pada tahun anggaran 2026 mencapai Rp199,8 juta yang dibelanjakan oleh Sekretariat Daerah Kota Tangsel.

“Tahun lalu itu seinget saya ada di kantor wali kota, di rumdin wali kota, di kantor wakil wali kota, di ruang display, di depan ruang blandongan, di ruang Pak Sekda,” kata Kabag Umum Sekretariat Daerah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Herman Susilo pada Senin (16/3/2026).

1. Tahun 2026, anggarannya dipangkas karena efisiensi

Pemkot Tangsel Belanja Ratusan Juta untuk Sewa Aquarium (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Herman menerangkan, pada tahun anggaran 2026, anggaran belanja sewa aquarium itu dipangkas lantaran efisiensi. “Tahun ini kami ada efisiensi, ruang blandongan tidak ada lagi. Ada tiga yang kami pangkas tahun ini,” terangnya.

2. Urgensi belanja tersebut untuk mempercantik ruangan kepala daerah

Pemkot Tangsel Belanja Ratusan Juta untuk Sewa Aquarium (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Herman menyebut, urgensi sewa aquarium itu hanya untuk mempercantik ruangan kepala daerah.

“Urgensinya kaya di ruang Blandongan, kan banyak masyarakat yang datang, buat estetika aja sih. Tapi saat ada efisiensi kami pangkas,” ungkapnya.

Editorial Team