Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi truk sampah di Taiwan (IDN TImes/Vanny El Rahman)
Ilustrasi truk sampah di Taiwan (IDN TImes/Vanny El Rahman)

Intinya sih...

  • Pemkot Tangsel menyewa 27 truk sampah baru untuk mengatasi masalah air lindi dan bau tidak nyaman di jalanan.

  • Truk sampah sewaan dilengkapi bak penampungan air lindi dengan kapasitas delapan liter di bagian bawah, yang mencegah tumpahan air lindi di jalan saat pengangkutan sampah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang Selatan, IDN Times – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memilih menyewa armada truk sampah baru. Kebijakan itu diambil sebagai langkah cepat mengatasi persoalan klasik pengangkutan sampah, terutama keluhan bau dan tumpahan air lindi di jalanan.

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengatakan keputusan menyewa truk diambil setelah evaluasi terhadap armada yang selama ini digunakan. Menurutnya, spesifikasi truk sampah lama sangat terbatas sehingga kerap menimbulkan masalah air lindi yang menetes ke jalan dan mengganggu kenyamanan warga.

“Permasalahan utama truk sampah di Tangsel itu air lindinya turun ke jalanan dan menimbulkan bau tidak nyaman. Spesifikasi truk yang lama sangat terbatas,” kata Pilar, Kamis (8/1/2025)

1. Pemkot Tangsel memilih tak membeli kendaraan baru

Ilustrasi antrean truk sampah. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

Menurut Pilar, Pemkot Tangsel menyiapkan 27 truk sampah sewaan dengan spesifikasi terbaru. Pilar menjelaskan, jika anggaran yang sama digunakan untuk membeli kendaraan baru, jumlah truk yang didapat jauh lebih sedikit.

“Kalau kita beli, dengan anggaran yang ada mungkin hanya bisa sekitar 10 atau 12 unit. Tapi kalau sewa lebih efektif, bisa dapat 27 unit,” ujarnya.

Selain jumlah yang lebih banyak, sistem sewa dinilai lebih efisien dari sisi perawatan. Pilar menyebut, seluruh urusan perbaikan dan kerusakan menjadi tanggung jawab penyedia jasa sewa.

“Kalau ada kerusakan, kita minta gantinya ke penyedia. Perawatan juga ditanggung oleh perusahaan pemilik sewaan,” kata dia.

2. Truk sampah sewaan mempunyai sistem penampungan air lindi

Pilar menambahkan, truk sampah sewaan tersebut dilengkapi bak penampungan air lindi dengan kapasitas sekitar delapan liter di bagian bawah. Fitur ini berfungsi menampung cairan lindi agar tidak tumpah ke jalan saat sampah diangkut.

“Di bawahnya ada penampungan air lindi. Jadi saat sampah masuk ke amrol, air lindi langsung tertampung dan tidak berceceran di jalan,” jelasnya.

Ia mencontohkan, saat armada baru itu digunakan untuk mengangkut sampah ke Kota Serang, tidak ditemukan tumpahan air lindi di jalan. Menurut Pilar, cairan yang terlihat saat hujan berasal dari terpal penutup bak, bukan dari lindi sampah.

“Alhamdulillah waktu dipakai ke Serang, air lindinya tidak ada yang turun. Kemarin pas hujan ternyata air dari terpal, bukan dari lindi,” ucapnya.

Ke depan, Pemkot Tangsel berencana mempertahankan spesifikasi armada seperti ini. Selain 27 unit truk, disiapkan pula 27 unit amrol tambahan sebagai cadangan.

“Jadi 27 truk plus 27 amrol cadangan. Itu bisa dipakai untuk pengangkutan berikutnya setelah pengiriman. Totalnya 27 kali dua,” kata Pilar.

Editorial Team