Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemudik Masih Pilih Berangkat Malam, Merak–Ciwandan Siang Lengang
Antrean di Ciwandan lengang di siang hari (Dok. Khaerul Anwar)
  • Pemudik masih memilih berangkat malam hari dari Pelabuhan Merak dan Ciwandan, membuat suasana siang lengang sementara kepadatan terjadi mulai Magrib hingga menjelang subuh.
  • Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18–19 Maret 2026 karena banyak pekerja baru mulai libur sore ini dan akan memadati pelabuhan pada malam hari.
  • Sejak H-10 hingga H-5, tercatat 363.607 orang telah menyeberang ke Sumatra, naik 2,8 persen dibanding tahun lalu, dengan total kendaraan meningkat 6,5 persen menjadi 87.218 unit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Aktivitas pemudik di Pelabuhan Merak dan Ciwandan terpantau lengang pada siang hari, sementara lonjakan penyeberangan dari Jawa ke Sumatra terjadi pada malam hingga dini hari menjelang puncak arus mudik.
  • Who?
    Pemudik yang menyeberang dari Pulau Jawa ke Sumatra serta pihak PT ASDP Indonesia Ferry melalui Direktur Utamanya, Heru Widodo, yang memberikan keterangan mengenai pola pergerakan dan prediksi puncak arus mudik.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan BBJ Bojonegara di wilayah Serang, Banten, sebagai jalur utama penyeberangan menuju Pulau Sumatra.
  • When?
    Pantauan dilakukan pada Selasa, 17 Maret 2026 pukul 10.35 WIB dengan data pergerakan pemudik tercatat selama periode 16 Maret 2026 atau H-5 menjelang Lebaran.
  • Why?
    Banyak pemudik memilih berangkat malam hari karena waktu tersebut dinilai lebih nyaman dan sesuai dengan jadwal libur kerja yang baru dimulai sore hari sehingga arus meningkat setelah Magrib hingga subuh.
  • How?
    Penyeberangan dilakukan menggunakan kapal feri dengan total 120 trip dalam 24 jam. Sebanyak
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Serang, IDN Times – Pola kedatangan pemudik di Pelabuhan Merak dan Ciwandan masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebagian besar pemudik yang hendak menyeberang dari Pulau Jawa ke Sumatra memilih melakukan perjalanan pada malam hari.

Pantauan IDN Times pada Selasa (17/3/2026) pukul 10.35 WIB di area parkiran Pelabuhan Ciwandan maupun Merak terlihat lengang. Bahkan sejumlah buffer zone tampak kosong. Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi pada malam hari yang biasanya dipadati kendaraan pemudik.

1. Pola pemudik masih sama, berangkat Magrib-jelang subuh

Situasi tempat tunggu penumpang pejalan kaki pelabuhan Merak (Dok. Khaerul Anwar)

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo mengatakan pola pergerakan pemudik masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni mulai meningkat setelah waktu Magrib hingga menjelang subuh.

“Kalau kami melihat pola pergerakan masih sama dengan yang dulu. Kami lihat parkiran di Merak siang ini sangat kosong sekali, dan biasanya mereka mulai melaksanakan perjalanan itu setelah Magrib sampai dengan biasanya subuh baru terjadi peningkatan,” kata Heru.

2. Puncak arus mudik diprediksi terjadi dini hari

Kendaraan pemudik tengah antre naik kapal di Pelabuhan Merak (Dok. Khaerul Anwar)

Ia juga memprediksi puncak arus mudik dari Jawa menuju Sumatra akan terjadi dalam dua hari ke depan. Sebab, para pekerja di pemerintahan atau pun pabrik baru memasuki libur pada sore hari ini dan diprediksi pemudik mulai memadati pelabuhan nanti malam.

“Prediksi kami untuk arus mudik puncaknya tanggal 18–19 Maret, Jawa ke Sumatra,” ujarnya.

3. Sebanyak 363.607 pemudik telah menyeberang ke Sumatra

Pemudik motor bersiap-siap menaiki kapal di Pelabuhan Ciwandan (Dok. Khaerul Anwar)

Berdasarkan data Posko Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara selama 24 jam pada periode 16 Maret 2026 pukul 00.00 hingga 23.59 WIB atau H-5, tercatat jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 120 trip.

Pada periode tersebut, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatra mencapai 75.805 orang, atau turun 15,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 89.478 orang.

Sementara itu, kendaraan roda dua yang menyeberang tercatat 5.797 unit atau naik 1,6 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 5.704 unit. Kendaraan roda empat mencapai 9.826 unit atau turun 23,1 persen dari tahun lalu sebanyak 12.774 unit.

Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 1.439 unit atau turun 39 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.360 unit. Sedangkan total bus tercatat 640 unit atau naik 1,3 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 632 unit.

Secara keseluruhan, total kendaraan yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatra melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada H-5 mencapai 17.702 unit, atau turun 17,6 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 21.470 unit.

Namun secara kumulatif, jumlah pemudik sejak H-10 hingga H-5 justru mengalami peningkatan. Tercatat sebanyak 363.607 orang telah menyeberang atau naik 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 353.652 orang.

Adapun total kendaraan yang telah menyeberang pada periode yang sama mencapai 87.218 unit, atau naik 6,5 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 81.922 unit.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team