Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Efisiensi PJU Tangsel: LED dan Meterisasi Tekan Tagihan Listrik (Dok. Dishub Tangsel)
Efisiensi PJU Tangsel: LED dan Meterisasi Tekan Tagihan Listrik (Dok. Dishub Tangsel)

Intinya sih...

  • Kabel FO menumpang di tiang PJU merusak jaringan PJU dan memicu biaya perbaikan tambahan

  • Keterbatasan akses menuju lokasi PJU menjadi hambatan dalam pemeliharaan dan perbaikan

  • Peningkatan jumlah lampu jalan membuat Dishub harus menjaga keseimbangan antara layanan dan kemampuan fiskal daerah

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang Selatan, IDN TimesDinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan mengungkapkan, persoalan Penerangan Jalan Umum (PJU) tak hanya soal tagihan listrik, tetapi juga dipengaruhi gangguan teknis di lapangan, seperti pencurian kabel hingga kabel fiber optik (FO) yang menumpang di tiang PJU.

Kepala Dishub Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat, mengatakan masih sering terjadi kehilangan komponen PJU, mulai dari kabel, lampu, hingga isi panel.

“Masih terjadi kehilangan kabel, lampu dan isi dari panel,” ujar Ayep, Kamis (5/2/2025).

1. Kabel FO yang menumpang di tiang PJU kerap merusak PJU

Efisiensi PJU Tangsel: LED dan Meterisasi Tekan Tagihan Listrik (Dok. Dishub Tangsel)

Selain itu, kabel FO yang menumpang di tiang PJU disebut kerap mengganggu jaringan penerangan jalan dan memicu biaya perbaikan tambahan.

“Kabel FO yang menumpang pada tiang PJU mengganggu jaringan PJU,” katanya.

Data Dishub mencatat sepanjang 2025 dilakukan pemeliharaan atau perbaikan PJU di 6.214 titik lampu pada 3.355 lokasi. Rehabilitasi jaringan juga dilakukan di 18 ruas jalan.

2. Keterbatasan akses menuju lokasi PJU juga jadi hambatan

Ilustrasi lampu penerangan jalan umum (LPJU).(IDN Times/Daruwaskita)

Ayep menyebut, tantangan lain datang dari keterbatasan akses menuju lokasi perbaikan yang tidak terjangkau mobil hidrolik atau skylift, serta faktor cuaca yang kerap menghambat pekerjaan. Tak jarang pula laporan warga sulit ditindaklanjuti karena pelapor tidak bisa dihubungi atau tidak berada di lokasi.

“Kadang akses menuju lokasi tidak terjangkau mobil hidrolik. Kondisi cuaca juga tidak menentu,” ujarnya.

Persoalan ini menjadi krusial karena jumlah PJU di Tangsel terus bertambah. Pada 2025, Dishub membangun 2.544 titik lampu baru, terdiri dari 1.444 titik melalui program Tangsel Terang dan 1.100 titik dari hasil musrenbang serta reses. Secara total, jumlah PJU di Tangsel kini mencapai 69.371 titik.

Menurut Ayep, peningkatan jumlah lampu jalan membuat Dishub harus menjaga keseimbangan antara perluasan layanan dan kemampuan fiskal daerah. Karena itu, selain mendorong efisiensi listrik lewat penggunaan LED dan metering KWH, Dishub juga berupaya memperketat pengawasan pemeliharaan agar biaya tidak membengkak akibat pencurian dan kabel FO liar.

Editorial Team