Ilustrasi lampu penerangan jalan umum (LPJU).(IDN Times/Daruwaskita)
Ayep menyebut, tantangan lain datang dari keterbatasan akses menuju lokasi perbaikan yang tidak terjangkau mobil hidrolik atau skylift, serta faktor cuaca yang kerap menghambat pekerjaan. Tak jarang pula laporan warga sulit ditindaklanjuti karena pelapor tidak bisa dihubungi atau tidak berada di lokasi.
“Kadang akses menuju lokasi tidak terjangkau mobil hidrolik. Kondisi cuaca juga tidak menentu,” ujarnya.
Persoalan ini menjadi krusial karena jumlah PJU di Tangsel terus bertambah. Pada 2025, Dishub membangun 2.544 titik lampu baru, terdiri dari 1.444 titik melalui program Tangsel Terang dan 1.100 titik dari hasil musrenbang serta reses. Secara total, jumlah PJU di Tangsel kini mencapai 69.371 titik.
Menurut Ayep, peningkatan jumlah lampu jalan membuat Dishub harus menjaga keseimbangan antara perluasan layanan dan kemampuan fiskal daerah. Karena itu, selain mendorong efisiensi listrik lewat penggunaan LED dan metering KWH, Dishub juga berupaya memperketat pengawasan pemeliharaan agar biaya tidak membengkak akibat pencurian dan kabel FO liar.