Ilustrasi sekolah (Dok.IDN Times)
Sebagai salah satu yang konsen pada pendidikan di Indonesia, Riady Foundation hadir mendukung upaya transformasi sistem pendidikan di Indonesia di berbagai jenjang melalui program “STEM Indonesia Cerdas”.
Riady Foundation bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi Sainstek, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta lebih dari 500 satuan pendidikan perintis di seluruh Indonesia.
"Program ini fokus dalam penguatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum berbasis proyek dan AI, serta penyediaan ekosistem belajar yang kontekstual dan kolaboratif," jelasnya.
Dalam lima tahun ke depan, program ini menargetkan mampu membekali 10 juta siswa di seluruh Indonesia dengan kecakapan dasar di bidang Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan STEM. Untuk mencapainya, akan disiapkan modul ajar inklusif, pelatihan guru, platform pembelajaran digital, serta sistem pemantauan dan evaluasi yang menyeluruh.
Mochtar Riady, pendiri Riady Foundation, menjelaskan bahwa program ini adalah bentuk warisan untuk bangsa. Ia percaya bahwa pendidikan adalah investasi terbaik bagi masa depan Indonesia.
“Pendidikan adalah warisan terbaik yang bisa kita tinggalkan untuk generasi penerus. Saya mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk berperan aktif. Anak-anak kita tidak hanya butuh mimpi, mereka butuh bekal untuk mewujudkannya,” ujar Mochtar Riady.
Ke depan, Riady Foundation bertekad menggandeng lebih banyak pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga komunitas lokal, untuk bersama-sama membangun ekosistem pembelajaran STEM yang kuat dan berkelanjutan.
Harapan ke depan, STEM Indonesia Cerdas bukan hanya menjadi program, tetapi tumbuh sebagai gerakan nasional yang mengubah cara belajar dan berpikir anak-anak Indonesia.
"Dengan pendekatan ini, generasi muda diharapkan dapat menghadapi masa depan dengan percaya diri dan memiliki keterampilan yang relevan di era digital, sehingga siap berkontribusi bagi bangsa," pungkasnya.