Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir di Kota Tangerang
Banjir di Kota Tangerang (Dok. BPBD Kota Tangerang)

Intinya sih...

  • Normalisasi Sungai Cirarab penting dilakukan untuk menangani banjir

  • Normalisasi sungai diharapkan bisa entaskan banjir di Kecamatan Periuk

  • 195 petugas kebersihan dikerahkan angkut sampah pasca banjir

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar menyebut penyempitan dan pendangkalan Sungai Cirarab menjadi salah satu penyebab banjir di Kecamatan Periuk dan sekitarnya. Diketahui, wilayah tersebut masih banjir hingga Rabu (28/1/2026) setinggi 2-3 meter.

"Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan Sungai Cirarab telah mengalami penyempitan dari lebar seluas 15 meter menjadi 3-8 meter," kata Mahdiar.

1. Normalisasi Sungai Cirarab penting dilakukan untuk menangani banjir

Banjir di Kota Tangerang (dok. Pemkot Tangerang)

Mahdiar mengungkapkan, Pemkot Tangerang pun mendukung penuh rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang akan menormalisasi Sungai Cirarab sebagai solusi mengatasi permasalahan banjir di Kota Tangerang.

“Kami akan mendukung penuh semua rencana lanjutan penanganan banjir di sekitar bantaran Sungai Cirarab yang mencakup sejumlah titik lokasi banjir di Kota Tangerang,” jelasnya.

2. Normalisasi sungai diharapkan bisa mengatasi masalah banjir di Kecamatan Periuk

Banjir di sejumlah titik di Kota Tangerang (Dok. Pemkot Tangerang)

Mahdiar menuturkan, rencana menormalisasi Sungai Cirarab dinilai sebagai solusi jangka panjang yang krusial untuk meminimalisir potensi banjir di sekitar wilayah Kecamatan Periuk dan sekitar yang menjadi titik lokasi terdampak banjir paling parah dalam beberapa hari terakhir.

"Kami berharap rencana penanganan ini bisa menjadi solusi jangka panjang yang efektif untuk melindungi masyarakat sekitar dari ancaman banjir pada setiap musim hujan seperti sekarang tiba,” tambahnya.

3. Sebanyak 195 petugas kebersihan dikerahkan angkut sampah setelah banjir

Petugas kebersihan mengangkut sampah pasca banjir di Kota Tangerang (dok. Pemkot Tangerang)

Sebanyak 195 petugas kebersihan diterjunkan untuk mengangkut tumpukan sampah yang terbawa banjir dan membersihkan lingkungan permukiman warga, fasilitas umum, serta ruas jalan yang terdampak. Petugas DLH Kota Tangerang sudah turun sejak 22 Januari lalu atau hari kejadian banjir besar. "Namun, sejak Minggu (25/1) hingga saat ini petugas fokus mengangkut sampah sisa banjir disejumlah wilayah yang sudah surut,” papar Wawan Fauzi, Kepala DLH Kota Tangerang.

 Ia menjelaskan, DLH Kota Tangerang juga mengerahkan armada pendukung berupa 15 unit dump truk dan 12 unit bentor guna mempercepat proses pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA). Mulai dari Ciledug, Larangan, Karawaci, Cibodas, Jatiuwung, hingga Periuk yang saat ini masih tergenang.

 “Penanganan sampah pascabanjir menjadi prioritas utama guna mencegah timbulnya penyakit dan mengembalikan kebersihan lingkungan warga,” katanya.

Pembersihan difokuskan pada kawasan permukiman padat penduduk, saluran air, serta titik-titik yang menjadi lokasi penumpukan sampah pascabanjir. DLH Kota Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Meski banjir mulai surut, potensi tumpukan sampah cukup besar. Karena itu, petugas kami terus bergerak di lapangan agar lingkungan kembali bersih dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal,” tambahnya.

Editorial Team