Tangerang, IDN Times - Aturan syariah menurut agama Islam tidak hanya ada pada urusan beribadah, tetapi juga untuk kehidupan sehari-hari mulai dari bekerja, berumah tangga, hingga kesehatan. Pada kesehatan, terdapat banyak titik kritis kehalalan yang banyak membuat umat Islam ragu untuk melakukan intervensi pengobatan, seperti kandungan obat-obatan, hingga alat yang digunakan.
Untuk itu, rumah sakit bersertifikasi syariah bisa menjadi pilihan. Tapi, tahukah kamu bahwa rumah sakit syariah bukan hanya khusus untuk pasien yang beragama islam?
Ketua Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI), Masyhudi mengungkapkan, sertifikasi syariah terhadap rumah sakit merupakan standarisasi untuk layanan islaminya, bukan teknik maupun metode pengobatan yang dilakukan tenaga kesehatan.
"Jadi, bukan cara menuntiknya bagaimana enggak, tapi standarisasi supaya sesuai dengan prinsip syariah atau Islam itu ada standarnya," kata Masyhudi dalam agenda 6th Internasional Islamic Healthcare Confetence and Expo (IHEX) 2026 di Novotel Tangerang, Kamis (7/6/2026).
