Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Saat Peserta Miss Japan 2026 Cicipi Sate Bumbu Kacang Kota Tangerang (Dok. Victoria Square)
Saat Peserta Miss Japan 2026 Cicipi Sate Bumbu Kacang Kota Tangerang (Dok. Victoria Square)

Intinya sih...

  • Miss Japan 2026 hadir di Kota Tangerang untuk pertukaran budaya

  • Ajang ini memperkenalkan sektor pariwisata di Kota Tangerang dan memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Jepang

  • Bazaar UMKM terbuka untuk umum sebagai bagian dari rangkaian Safari Bazaar di Victoria Square Tangerang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Kuliner khas Indonesia saat ini cukup dikenal di kalangan internasional, seperti nasi goreng, rendang, hingga sate. Lalu, bagaimana jika finalis ajang kecantikan asal negara lain menjadikan salah satu kuliner Indonesia sebagai perkenalan budaya? Hal itulah yang dilakukan oleh finalis Miss Japan 2026 dalam meet & greet bertema The Crown of Japan 2026 Competition yang digelar di Victoria Square Tangerang.

Mereka pun bersemangat mengambil sate ayam disertai dengan bumbu kacang yang sedap. Mereka pun lantas mencoba makanan yang dimasak dengan cara dibakar tersebut. Saat masuk ke mulut dan mulai mengunyahnya, mereka langsung spontan mengatakan 'oishi' atau enak dalam bahasa Jepang.

"Oishi, enak, enak," kata Nao Kwada, salah satu finalis, Minggu (8/2/2026).

Acara ini menghadirkan sejumlah public figure dan representasi kecantikan asal Jepang, antara lain; Yuri Dozono, Sadia Nagatori, Risa Takahashi, Megumi Ikegami, Mami Kiyama, Lena Takeuchi, Keine Komatsuzaki, Izumi Nishida, Alisa Arai, Alina Ito, serta Aya Kiyota.

1. Hadirnya Miss Japan 2026 di Kota Tangerang sebagai bagian dari pertukaran budaya

Saat Peserta Miss Japan 2026 Cicipi Sate Bumbu Kacang Kota Tangerang (Dok. Victoria Square)

Saat para finalis datang, disambut dengan tarian Lenggang Cisadane khas Kota Tangerang. Tarian yang dibawakan 4 penari tersebut sukses memukau para finalis Miss Japan hingga mereka terlihat antusias dan bertepuk tangan.

Acara yang merupakan hasil kolaborasi antara Victoria Square, RINS, dan KOMBIS, serta memang ditujukan sebagai ajang pertukaran budaya yang dikemas secara eksklusif dan terbuka untuk masyarakat umum. Dengan mengusung semangat Interculture Indonesia–Japan, acara ini menjadi ruang pertukaran budaya yang inklusif dan kolaboratif.

"Saya merasa seperti pulang ke rumah, orang-orang di sini sangat hangat dan baik. Saya percaya bahwa persahabatan bisa menyelamatkan dunia dan saya ingin menjadi jembatan antara Jepang dan Indonesia melalui budaya, kecantikan, dan make-up," ungkap Nao Kwada yang juga penyandang Miss Supranational Japan 2025.

2. Ajang ini juga bisa memperkenalkan sektor pariwisata di Kota Tangerang

ilustrasi suasana Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang terletak di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang (wikimedia.org/Gunawan Kartapranata)

Ruby Herman, Marketing Consultant Victoria Square mengungkapkan, ajang ini juga sebagai penguatan hubungan budaya antara Indonesia dan Jepang. Rangkaian kegiatan meliputi sesi meet & greet, foto bersama, serta pertunjukan budaya yang dikemas secara eksklusif dan terbuka untuk masyarakat umum. Momentum tersebut semakin memperkuat citra Tangerang sebagai kota yang siap menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala internasional.

Tidak hanya delegasi Jepang, acara ini juga dimeriahkan oleh pageant nasional dan daerah diantaranya Puteri Indonesia, Miss Tourism Indonesia, Miss Universe Jawa Barat, hingga Miss Banten Indonesia.

"Ajang ini menjadi bisa menjadi wadah networking bagi para beauty pageant dari Indonesia dan Jepang untuk saling bertukar pikiran dan berkolaborasi," jelasnya.

3. Bakal ada bazaar UMKM yang terbuka untuk umum

Ilustrasi bazar UMKM (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Selain sebagai ajang temu penggemar, kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan antara komunitas, pelaku UMKM, merchant, institusi pendidikan, dan dunia usaha. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Bazaar, yang akan kembali digelar pada 6–7 Maret 2026 di Victoria Square Tangerang.

Program Safari Bazaar diselenggarakan di lima proyek dan bertujuan membangun ekosistem UMKM berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan sektor bisnis dan industri kreatif, khususnya bagi generasi muda.

"Seluruh pelaku UMKM yang berpartisipasi tidak dipungut biaya," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Victoria Square juga menggelar Soft Opening Victoria Spring 2, sebagai produk properti terbaru yang menjadi bagian dari pengembangan utama Pulau Intan dan Terry Palmer Group, sekaligus menegaskan komitmen pengembang dalam menghadirkan kawasan terpadu yang mendukung pertumbuhan bisnis, komunitas, dan gaya hidup modern.

"Melalui rangkaian kegiatan ini, Victoria Square berharap dapat terus menjadi ruang kolaborasi lintas budaya, penggerak ekonomi kreatif, serta wadah pemberdayaan UMKM yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas," pungkasnya.

Editorial Team