Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi kerusakan sawah setelah banjir melanda
Ilustrasi kerusakan sawah setelah banjir melanda (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Intinya sih...

  • 108 hektare sawah di Lebak mengalami puso atau gagal panen

  • Petani yang masuk peserta AUTP akan diganti biaya produksi agar bisa menanam padi lagi

  • Pemerintah daerah akan salurkan bantuan sarana produksi, berupa benih padi unggul dan pupuk, kepada petani yang gagal panen

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lebak, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Lebak menyatakan, petani yang gagal panen (puso) akibat banjir, bisa mendapat ganti rugi. Penggantian kerugian itu dilakukan melalui Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP).

"Hari ini, kami mencek data petani yang masuk peserta AUTP agar mendapatkan ganti rugi," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar, seperti dikutip dari ANTARA, Senin (26/1/2026).

Diberitakan sebelumnya, areal persawahan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebak terdampak bencana alam, seperti terendam banjir juga longsor akibat curah hujan tinggi. Para petani pun harus mengalami gagal panen, karena area sawah tergenang air selama satu pekan lebih sehingga mengakibatkan batang tanaman padi mati dan membusuk.

1. Sedikitnya, 108 hektare sawah di Lebak mengalami puso atau gagal panen

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Provinsi Banten, jumlah areal persawahan di Kabupaten Lebak yang terendam banjir seluas 211 hektare (ha) dan 108 ha mengalami puso. Oleh karena itu, petani yang masuk peserta AUTP dipastikan akan diganti biaya produksi agar mereka kembali bisa menanam padi lagi.

Selain itu juga pemerintah daerah akan menyalurkan bantuan sarana produksi, berupa benih padi unggul dan pupuk, kepada petani yang gagal panen tersebut.

"Kami berharap petani tetap bisa melaksanakan indeks pertanaman (IP) padi guna mendukung produksi pangan," kata Rahmat.

2. BPBD: cuaca ekstrem masih berpeluanh terjadi hingga Februari 2026

Ilustrasi banjir di musim hujan (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)

Salah satu petani Desa Cisangu Kecamatan Cibadak bernama Arsani mengungkap, sekitar 50 ha sawah di daerahnya terendam banjir dan gagal panen. "Kami merasa senang dan lega adanya bantuan sarana produksi agar petani yang gagal panen bisa melaksanakan gerakan percepatan tanam," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Sukanta menjelaskan, cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang, masih berpeluang hingga Februari 2026. "Kami minta masyarakat agar waspada menghadapi cuaca ekstrem itu," kata dia.

Selain itu juga bencana yang terjadi di awal Januari 2026 di Kabupaten Lebak terdapat beberapa lokasi mulai korban pergerakan tanah, banjir, longsor hingga areal persawahan tergenang air.

Editorial Team