Pemudik melintas di Jalan Lingkar Selatan, Kota Cilegon, menuju Pelabuhan Ciwandan (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Menurut Hengki, keberhasilan menjaga aspek keselamatan itu merupakan hasil sinergi dan koordinasi yang solid antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian pengamanan arus mudik, khususnya menuju kawasan penyeberangan, dapat dikendalikan dengan baik tanpa kendala berarti.
Selain aspek keselamatan, strategi pengaturan arus kendaraan juga dinilai efektif dalam mengurai potensi penumpukan di titik-titik krusial. Dari 12 lajur dan tujuh dermaga yang disiapkan di Ciwandan, seluruhnya berfungsi optimal sehingga kendaraan dapat langsung terangkut.
Penerapan sistem penyekatan di Cikuasa Atas dilakukan agar aktivitas masyarakat lokal tetap terjaga. Antrean diarahkan ke kantong parkir (buffer zone) dan Jalan Lingkar Selatan guna mencegah kemacetan panjang di jalur utama.
"Kami pantau langsung maupun melalui monitoring, sisa kendaraan yang belum menyeberang sangat kecil. Kendaraan yang datang dapat langsung terangkut tanpa penumpukan berarti," tambahnya.
Menutup keterangannya, Kapolda Banten memberikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan dan masyarakat yang telah mendukung terciptanya situasi kondusif.