Gambar Pistol, Tipuan, Senjata. https://pixabay.com/id/users/jan-photo-1887869/
Diberitakan sebelumnya, terduga pelaku penembakan di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak B, Jayanti, Kabupaten Tangerang telah mengacungkan senjata api (senpi) ke rombongan korban yang melakukan pengajaran di Pandeglang. Hal tersebut diungkapkan anak dari korban meninggal dunia, Agam melalui akun media sosial @rentalmobilcikarang1.
Dalam keterangannya, ia menyebut mengetahui lokasi mobil rental miliknya tersebut dari salah satu GPS yang masih aktif. Sehingga, sekitar jam 22.30 WIB, Agam dan korban beserta tim melakukan upaya pengejaran mobil merk Honda Brio tersebut hingga berhasil bertemu di pertigaan Saketi, Pandeglang hingga berhasil menghentikan mobil.
"Tiba-tiba orang dari dalam mobil mengeluarkan senjata api dan dia bilang 'siapa lo, saya dari anggota TNI AU nih, awas enggak lo!' sambil nodong senjata," tulis akun tersebut.
Saat sedang cekcok, lanjut Agam, tiba-tiba ada satu unit mobil lain yang ikut mengkonfrontasi korban dan tim, bahkan hingga menabrak mobil korban hingga akhirnya mobil Honda Brio kembali kabur dan diikuti oleh korban hingga ke kawasan Carita hingga berhenti di Pasar Anyer. Korban pun melihat, terdapat Mapolsek Cinangka di dekat lokasi berhentinya mobil rental tersebut.
"Kita inisiatif untuk minta pendampingan, karena kita tahu dia bawa senpi setelah sowan ke Polsek ternyata yang jaga enggak mau bantu kita untuk pendampingan," katanya.
Menerima penolakan tersebut, korban pun mengatakan kepada petugas jaga tersebut untuk apa berjaga jika tidak mau melakukan pendampingan. Hingga akhirnya, sang polisi tersebut meminta ijin kepada Kapolsek.
"Hasil dari telepon ke Kapolsek, ternyata tidak mau juga untuk pendampingan. Kemudian Brio itu pun jalan, dan kami pamit lagi ke Polsek untuk jalan lagi mengejar Brio tersebut," ungkapnya.