Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polisi Usut Oknum Aparat Dalam Penembakan di Rest Area KM 45
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
  • Polresta Tangerang menyelidiki keterlibatan oknum aparat dalam penembakan di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak B, Jayanti
  • 5 saksi dimintai keterangan terkait peristiwa nahas tersebut dan barang bukti berupa mobil korban dan 5 selongsong peluru kaliber 9 mm diamankan
  • Pihak kepolisian belum dapat memastikan jenis senjata api yang digunakan oleh pelaku, namun peluru yang ditemukan merupakan kaliber 9 mm
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Polresta Tangerang tengah menyelidiki dugaan keterlibatan oknum aparat, dalam kasus penembakan yang terjadi di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak B, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Kamis (2/1/2025).

Isu dugaaan keterlibatan anggota aparat tersebut mencuat setelah anak korban tewas, IAR (48) yang juga ikut dalam pengejaran tersebut bernama Rizky Agam mendengar salah satu pelaku sempat mengaku sebagai anggota TNI AU sambil menodongkan senjata api (senpi).

"Kami belum bisa menjelaskan ini ada dugaan oknum (aparat) lain, yang pasti kalaupun ada harus berkoordinasi, yang sementara ini kami masih dalami terus penyelidikan perkara ini," kata Kasi Humas Polresta Tangerang, Ipda Purbawa, Jumat (3/1/2025).

1. Polisi sudah meminta keterangan 5 saksi

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Purbawa menyebut, penyidik telah meminta keterangan dari 5 saksi terkait peristiwa nahas tersebut. Seluruhnya berada di lokasi kejadian.

Selain itu, pihaknya juga telah mengantongi barang bukti yang dikumpulkan dari TKP. "Barang bukti kami amankan 1 kendaraan mobil Brio milik korban dan 5 selongsong peluru kaliber 9 mm dan kami juga melakukan pencarian di beberapa titik yaitu CCTV untuk mendalami pengungkapan kasus tersebut," ungkapnya.

2. Polisi belum dapat memastikan jenis senjata

Ilustrasi pengecekan senjata api. Freepik.

Pihaknya pun, kata Purbawa, belum dapat memastikan jenis senjata api yang digunakan oleh pelaku. Namun, ia memastikan selongsong peluru yang ditemukan merupakan kaliber 9 mm.

"Jenis senjata belum bisa pastikan pasti nanti kami akan uji jenis peluru tersebut," tuturnya.

3. Terduga pelaku sempat menodongkan senpi di Pandeglang

Gambar Pistol, Tipuan, Senjata. https://pixabay.com/id/users/jan-photo-1887869/

Diberitakan sebelumnya, terduga pelaku penembakan di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak B, Jayanti, Kabupaten Tangerang telah mengacungkan senjata api (senpi) ke rombongan korban yang melakukan pengajaran di Pandeglang. Hal tersebut diungkapkan anak dari korban meninggal dunia, Agam melalui akun media sosial @rentalmobilcikarang1.

Dalam keterangannya, ia menyebut mengetahui lokasi mobil rental miliknya tersebut dari salah satu GPS yang masih aktif. Sehingga, sekitar jam 22.30 WIB, Agam dan korban beserta tim melakukan upaya pengejaran mobil merk Honda Brio tersebut hingga berhasil bertemu di pertigaan Saketi, Pandeglang hingga berhasil menghentikan mobil.

"Tiba-tiba orang dari dalam mobil mengeluarkan senjata api dan dia bilang 'siapa lo, saya dari anggota TNI AU nih, awas enggak lo!' sambil nodong senjata," tulis akun tersebut.

Saat sedang cekcok, lanjut Agam, tiba-tiba ada satu unit mobil lain yang ikut mengkonfrontasi korban dan tim, bahkan hingga menabrak mobil korban hingga akhirnya mobil Honda Brio kembali kabur dan diikuti oleh korban hingga ke kawasan Carita hingga berhenti di Pasar Anyer. Korban pun melihat, terdapat Mapolsek Cinangka di dekat lokasi berhentinya mobil rental tersebut.

"Kita inisiatif untuk minta pendampingan, karena kita tahu dia bawa senpi setelah sowan ke Polsek ternyata yang jaga enggak mau bantu kita untuk pendampingan," katanya.

Menerima penolakan tersebut, korban pun mengatakan kepada petugas jaga tersebut untuk apa berjaga jika tidak mau melakukan pendampingan. Hingga akhirnya, sang polisi tersebut meminta ijin kepada Kapolsek.

"Hasil dari telepon ke Kapolsek, ternyata tidak mau juga untuk pendampingan. Kemudian Brio itu pun jalan, dan kami pamit lagi ke Polsek untuk jalan lagi mengejar Brio tersebut," ungkapnya.

Editorial Team