Tangerang Selatan, IDN Times – Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangerang Selatan mulai menerapkan program Biopori Kantor sebagai langkah konkret membangun lingkungan perkantoran berkelanjutan sekaligus menekan timbulan sampah dari sumbernya. Program ini telah berjalan sejak Oktober 2025 dan dijadikan proyek percontohan di Kawasan Perkantoran Pemerintah Kota Tangsel, Lengkong Wetan.
Melalui program tersebut, DCKTR mendorong perubahan perilaku pegawai dengan membiasakan pemilahan sampah sejak dari ruang kerja. Sampah organik dikelola secara mandiri melalui biopori, sementara sampah non-organik tetap disalurkan ke bank sampah yang dikelola Dharma Wanita Persatuan (DWP) DCKTR.
Petugas UPT Pemeliharaan DCKTR Tangsel, Jeni Faturahman mengatakan, program Biopori Kantor dirancang untuk mengurangi beban sampah dari hulu, khususnya di kawasan perkantoran.
“Prinsipnya, kami ingin membantu mengurangi beban sampah dari hulunya. Kalau sampah bisa dikelola di lingkungan perkantoran, kenapa tidak dilakukan. Ini juga bagian dari upaya membangun kepedulian lingkungan bersama,” ujar Jeni, Jumat (9/1/2026).
