Ilustrasi hunian/Dok. Paramount Land
Chrissandy menegaskan, saat ini metode Kredit Perumahan Rakyat (KPR) ke bank-bank masih mendominasi pembelian rumah di Tangerang yakni sekitar 60 persen. Sementara, 40 persennya tunai dan cicil bertahap ke pengembang.
Namun saat ini, banyak pula pembeli yang menyicil uang muka ke developer untuk mengamankan rumah impiannya. Selanjutnya, baru mengurus KPR ke bank.
"karena ada ketidakpastian ekonomi, jadi yang penting stabil dulu, nanti urusan mau KPR-nya akad besar urusan 10-15 tahun urusan panjang," ungkapnya.
Namun, untuk pembelian komersial, seperti ruko, Chrissandy mengungkapkan pada saat ini banyak pebisnis yang menggunakan metode pembayaran cicilan bertahap ke pengembang. Pasalnya, banyak pula pebisnis yang tak ingin ribet dengan BI Checking ke bank.
"Karena kalau komersial itu cicilan bertahap bisa tenor 48 bulan, bahkan sampai 10 tahun dengan cicilan flat dan bunga sama dengan bank," pungkasnya.