Penanganan banjir di Periuk, Tangerang menggunakan mesin pompa portabel (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)
BPBD Kota Tangerang, kata Mahdiar, juga terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mengoptimalkan penanganan banjir. Salah satunya dengan rencana pemindahan pompa air ke wilayah yang masih tergenang.
“Pompa yang ada di area itu kami komunikasikan untuk bisa digeser karena sudah cukup kondusif. Nantinya dialihkan ke Periuk Damai supaya area banjir di situ bisa lebih cepat kering,” ujarnya.
Ia juga menuturkan jika sejumlah posko pengungsian di kecamatan lainnya sudah mulai ditutup dan kini tersisa empat posko di wilayah Periuk semuanya. “Sudah banyak yang kosong, tinggal kurang lebih di empat titik itu yang memang masih ada,” ucapnya.
Mahdiar menambahkan, dari 9 kecamatan yang sempat terdampak banjir, kini hanya Kecamatan Periuk yang menjadi fokus penanganan. Sementara wilayah lain, seperti Cipondoh, Karang Tengah, dan Ciledug sudah memasuki tahap pembersihan.
“Teman-teman Damkar, BPBD bersama masyarakat dan LH sudah mulai membersihkan jalan utama, kompleks perumahan, serta fasos-fasum,” ujarnya.