Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20250730-WA0017.jpg
Sekolah Rakyat 33 Menengah Atas di Tangerang Selatan (Dok. Pemprov Banten)

Intinya sih...

  • Dinsos Banten belum dapat memastikan kapan sekolah tersebut beroperasi karena proses renovasi fasilitas sedang berlangsung.

  • Sudah ada calon siswa yang siap belajar di sekolah rakyat tersebut dan mereka menunggu panggilan dari Kemensos untuk masuk asrama.

  • Ada 150 siswa yang terdaftar dalam program sekolah rakyat tersebut, terdiri dari beberapa daerah di Provinsi Banten.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Program Sekolah Rakyat Menengah Atas 33 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang rencananya akan ditempatkan di Gedung BLK, Jalan Kencana I Nomor 20, Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, belum beroperasi hingga akhir Juli 2025.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Dicky Hardiana menyampaikan, pembukaan sekolah rakyat di Tangsel itu pun batal dilaksanakan Juli 2025, lantaran proses renovasi bangunan yang dilakukan pihak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI belum sepenuhnya selesai.

"Kami masih menunggu semua informasi dari Kemensos (Kementerian Sosial)," katanya, Rabu (30/7/2025).

1. Dinsos Banten belum dapat memastikan kapan sekolah tersebut beroperasi

Dicky mengungkapkan, saat ini proses renovasi dan pembangunan fasilitas dari program sekolah rakyat di Banten masih dalam proses renovasi oleh Kementerian PU. Atas hal tersebut, Dicky pun belum dapat memastikan kapan akan dimulainya operasional dan kegiatan sekolah rakyat tersebut.

"Hampir semua daerah juga yang 1 B ini sedang direnovasi oleh kementerian PU. Jadi mereka nanti berkoordinasi dengan PU kapan kesiapannya, jadi untuk saat ini kami belum mendapatkan informasi yang pasti terkait kapan sekolah itu akan beroperasi," jelasnya.

Namun berdasarkan hasil koordinasi bersama dengan pihak kementerian, kata dia, target penyelesaian dan pengoperasian dari kegiatan sekolah rakyat ini mulai Agustus 2025. Namun, hal itu tergantung juga pada instruksi dan kesiapan dari Kemensos.

"Rencananya sih Agustus selesai targetnya. Ya, awal Agustus. Tapi kan kesiapannya Kemensos melihat seluruh Indonesia seperti apa," ujar Dicky.

2. Sudah ada calon siswa yang siap belajar di sekolah rakyat tersebut

Ia juga menegaskan, jika secara umum Pemerintah Daerah Provinsi Banten sudah siap untuk melaksanakan program pendidikan tersebut. Seperti contoh untuk siswa siswi yang telah terdaftar dalam sekolah gratis ini telah terverifikasi dan siap belajar.

"Saat ini mereka masih berada di rumah masing-masing menunggu panggilan dari Kemensos untuk masuk asrama," ungkapnya.

3. Ada 150 siswa yang terdaftar dalam program sekolah rakyat tersebut

Adapun dari total 150 siswa yang telah terdaftar pada program Sekolah Rakyat itu, terdiri dari 26 orang anak asal Pandeglang, 19 orang anak asal Kabupaten Serang, 33 orang anak asal Kabupaten Tangerang, 20 orang anak asal Kota Cilegon, 19 orang anak asal Kota Tangerang, dan 19 orang anak asal Kota Tangerang Selatan.

"Rencananya ada 6 rombongan belajar," kata Dicky.

Editorial Team