Tangerang Selatan, IDN Times – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah darurat dan strategis untuk mengatasi persoalan sampah dengan menjalin kerja sama lintas daerah. Upaya ini dilakukan agar beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang tidak lagi menjadi satu-satunya tumpuan pengelolaan sampah kota.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, salah satu kerja sama dilakukan dengan kawasan Lulut Nambo, Cibinong, Jawa Barat. Di lokasi tersebut, sampah dari Tangsel diolah dengan kapasitas sekitar 20 ton per hari menggunakan metode RDF (refuse derived fuel).
“Kita bekerja sama dengan daerah lain. Yang pertama dengan Lulut Nambo di Cibinong. Alhamdulillah kita bisa olah sampah di sana sebanyak 20 ton per hari,” kata Benyamin, Kamis (1/1/2026).
