Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi mayat (Foto: IDN Times)
Ilustrasi mayat (Foto: IDN Times)

Intinya sih...

  • Korban meninggal di lokasi kejadian

  • Polisi masih selidiki penyebab korban terjatuh

  • Hasil pemeriksaan awal, korban diduga terjatuh tersandung material bangunan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Serang, IDN Times – Seorang mahasiswi Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang meninggal dunia usai terjatuh dari lantai dua Gedung C kampus tersebut, Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Korban diketahui bernama Suheni Sintiasari, mahasiswi asal Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

1. Korban meninggal di lokasi kejadian

TKP lantai 2 saat korban terjatuh (Dok. Mahasiswa/Fakri)

Kapolsek Walantaka, AKP Dulhak membenarkan peristiwa tersebut. Polisi menerima laporan adanya mahasiswi terjatuh di lingkungan kampus dan langsung melakukan penanganan di lokasi.

“Betul, kami menerima laporan adanya seorang mahasiswa meninggal dunia akibat terjatuh dari lantai dua. Saat ini kejadian tersebut sedang kami proses dan tangani,” kata Dulhak.

2. Polisi masih selidiki penyebab korban terjatuh

ilustrasi mayat (freepik.com/h9images)

Menurutnya, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti korban terjatuh, termasuk menyusun kronologi lengkap kejadian. Sejumlah saksi di sekitar lokasi juga telah dimintai keterangan.

“Perkara masih didalami, mohon waktu,” ujarnya.

3. Hasil pemeriksaan awal, korban diduga terjatuh tersandung material bangunan

Ilustrasi mayat. (IDN Times/Mia Amalia)

Kanit Reskrim Polsek Walantaka, Ipda Hutbi Juliansyah menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban diduga terjatuh setelah tersandung material pembangunan di area lantai dua gedung. Korban disebut sempat diperingatkan saksi agar berhati-hati saat melintas di lorong tersebut.

“Korban diduga terpeleset dan tersandung material baja ringan yang berada di lokasi pembangunan. Ada saksi yang melihat kejadian tersebut,” kata Hutbi.

Dari hasil pemeriksaan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi tidak menemukan indikasi unsur tindak pidana. Peristiwa tersebut sementara diduga sebagai kecelakaan. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian itu sebagai musibah.

Di lokasi kejadian, area Gedung C telah dipasangi garis polisi. Bagian sisi lantai dua gedung terlihat belum dilengkapi pembatas pengaman yang memadai. Saat pemeriksaan berlangsung, aktivitas di sekitar lokasi tampak sepi dan petugas kepolisian masih berjaga.

Hingga berita ini tayang, pihak kampus belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.

Editorial Team