Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tips Atur Keuangan Agar Tak Kebingungan di Akhir Bulan
7 Tips Cerdas Mengatur Keuangan Supaya Tabungan Bertambah(visecoach/chatgpt)

  • Artikel menyoroti tantangan pekerja bergaji UMR dalam mengatur keuangan di tengah harga kebutuhan pokok yang terus naik dan gaji yang cepat habis sebelum akhir bulan.
  • Ditekankan pentingnya mencatat pendapatan dan pengeluaran, memetakan kebutuhan serta target finansial dengan metode seperti 50/30/20 atau 80/20 agar keuangan lebih terarah.
  • Disarankan membedakan kebutuhan dan keinginan, menyiapkan dana darurat, menjaga rasio utang di bawah 30 persen, serta rutin mengevaluasi pengeluaran untuk menjaga kestabilan finansial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Ekonomi yang tidak pasti seperti saat ini berdampak pada semakin sulitnya mengatur pengeluaran, terutama bagi pekerja dengan gaji batas UMR alias upah minimum regional. Berbagai kebutuhan yang semakin banyak serta harga bahan pokok semakin mahal.

Kondisi itu membuat sebagian rumah tangga kesulitan mengontrol pengeluaran, akibatnya banyak yang kebingungan di akhir bulan lantaran gaji telah habis namun tanggal gajian belum waktunya tiba.

Berikut, tips yang bisa kamu lakukan agar keuangan bisa terkontrol!

1. Selalu catat pendapatan dan pengeluaranmu

ilustrasi rupiah di dompet (pexels.com/Ahsanjaya)

Salah satu tahap awal yang dianggap sepele namun sebenarnya paling dasar dalam mengatur keuangan, yakni selalu mencatat pendapatan yang masuk dan pengeluaran yang dibelanjakan. Meskipun nominalnya kecil, pengeluaran tetap harus dicatat loh! Tujuannya agar tidak ada pengeluaran yang bocor.

Untuk memudahkan, ada baiknya kamu mengunduh aplikasi pencatat keuangan yang tersedia gratis di Play Store maupun App Store. Saat kamu berbelanja, langsung masukan pengeluaranmu sehingga tak perlu mengumpulkan bon-bon yang malah bikin ribet.

2. Petakan kebutuhan dan target yang ingin kamu capai

ilustrasi atur keuangan bisnis (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Selain mencatat, salah satu hal penting adalah kamu harus memetakan kebutuhan dan target yang ingin kamu capai. Misalnya saja, dari pendapatan kamu Rp10 juta, kamu memiliki kebutuhan wajib seperti cicilan kendaraan, pembayaran kosan, pembayaran listrik, kebutuhan makan 3 kali sehari dalam 1 bulan, hingga pengeluaran bahan bakar kendaraanmu.

Ada metode yang bisa diterapkan seperti rumus 50/30/20 yaitu 50 persen kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan (hobi, hiburan), dan 20 persen untuk tabungan/investasi/asuransi. Atau metodr 80/20 yakni 80 persen kebutuhan pokok dan 20 persen tabungan.

3. Bedakan antara kebutuhan dan keinginan

ilustrasi rencana keuangan (pexels.com/olia danilevich)

Salah satu hal penting yang membuat seseorang sukses dalam mengelola keuangan adalah mengetahui kapasitas keuangannya. Di era modern saat ini, memang terlihat sulit membedakan antara keinginan dan kebutuhan, terasa semuanya dibutuhkan.

Namun, yang perlu diingat adalah kebutuhan merupakan hal yang harus dan wajib ada, jika tidak dipenuhi akan mengganggu kehidupan sehari-harimu, seperti makan, minum, tempat tinggal, kendaraan. Sedangkan, keinginan adalah sesuatu hal yang bisa saja kamu beli namun jika ditunda tidak akan mengganggu kehidupanmu, seperti nongkrong di cafe, membeli sepatu baru yang sedang tren, dan lain sebagainya.

4. Siapkan dana darurat dan kelola utang dengan baik

Ilustrasi Hutang (https://kabarkampus.com/)

Jika kamu telah melakukan 3 tips di atas, namun masih merasa keuanganmu sempit, coba persiapkan diri untuk menyisihkan dana darurat dari 10-30 persen dari pendapatanmu. Sedangkan, untuk uutang pastikan rasio hutang tak lebih dari 30 persen dari total pendapatanmu atau kamu akan kebingungan

5. Evaluasi pengeluaran secara berkala

ilustrasi uang untuk membayar hutang (pexels.com/Tara Winstead)

Terakhir, kamu harus mengevaluasi pengeluaranmu secara berkala untuk mengetahui apakah pengeluaranmu telah sesuai dengan yang diharapkan. Jika memiliki target baru, kamu bisa menentukan kembali pengeluaran mana yang bisa dihemat.

Editorial Team