TNI Bangun Jalan 1,4 Km ke Situs Megalitikum Lebak Cibedug (Dok. TNI)
TMMD ke-130 di Kabupaten Lebak dilaksanakan mulai 13 Oktober hingga 13 November 2026 atau selama satu bulan.
Daru mengatakan waktu pelaksanaan dapat dicadangkan selama satu minggu apabila terdapat kendala, khususnya akibat kondisi cuaca.
“Apabila nanti ada kendala karena cuaca, kita cadangkan satu mingggu. Jadi pemerintah membangun bersama TNI tujuannya pemerataan pembangunan dan kia mulai dari desa. Apapun hasilnya tolong dijaga dan dimanfaatkan, insyaAllah kalau bagus akan dilanjutkan untuk jadi lokasi TMMD-TMMD berikutnya,” katanya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan, mengapresiasi pelaksanaan TMMD di wilayahnya. Menurut dia, pemerintah daerah tidak dapat melakukan pembangunan sendirian sehingga membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI.
Ia menilai pembangunan akses di kawasan Citorek akan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama karena jalan tersebut menghubungkan dua kecamatan dan dapat menghemat jarak tempuh sekitar 5 kilometer.
“Kami tentu mengapresiasi Tentara Nasional Indonesia ada porogram TMMD, hari ini hadir langsung Komadan Korem. Ini tentu luar biasa untuk masyarakat, terutama untuk akses pendidikan, angkutan pertanian juga akses anak-anak sekolah ke pusat pendidikan,” pungkasnya.
Sementara itu, sebagai Dansatgas TMMD ke-130 di Kabupaten Lebak, Letkol Gede menegaskan pihaknya akan bertanggung jawab atas pelaksanaan program tersebut.
“Yang terpenting bagi kami adalah memanunggalkan TNI bersama rakyat sehingga apa yang jadi harapan fisik dan nonfisik akan kami maksimalkan. Kami juga memohon dukungan dan doa agar apa yang menjadi tugas kami berjalan sesuai rencana dan harapan masyarakat,” pungkasnya.