Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Adik pilot pesawat ATR 42-500 yang terlibat kecelakaan di Sulawesi Tengah
Adik Pilot Pesawat ATR 42-500 yang terlibat kecelakaan di Sulawesi Selatan, Agus Mahardiyanto (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Intinya sih...

  • Keluarga menunggu video call saat Andy landing, namun tidak kunjung ada

  • Video call tersebut pun berisi sapaan terhadap istri dan kedua anaknya meminta doa agar dirinya bisa 'happy' landing.

  • Kemudian, datang telepon dari maskapai yang mengabarkan lost contact

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan masih menyisakan harapan yang digaungkan oleh keluarga pilot senior yang mengendalikan pesawat tersebut, Captain Andy Dahananto.

Andy yang dikenal 'family man' tersebut memang sudah menjadi tradisi untuk video call dengan sang istri tercinta dan adik-kakaknya pada Jumat, 16 Januari lalu sekitar pukul 08.00 WIB sebelum take-off seperti biasa. Kala itu, Andy menyebut, dia akan bertolak dari Yogyakarta.

"Biasanya setelah landing, dia juga lakukan video call. Itu yang sudah rutin dia lakukan selama puluhan tahun, tidak pernah absen," kata adik Andy, Agus Mahardiyanto, Senin (19/1/2026).

1. Keluarga menunggu video call saat Andy landing, namun tidak kunjung ada

Rumah pilot pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Video call tersebut pun berisi sapaan terhadap istri dan kedua anaknya meminta doa agar dirinya bisa 'happy' landing. "Seperti itu saja, singkat tapi itu selalu dilakukannya terhadap keluarga," tuturnya.

Tutur sapa pada video call tersebut menjadi komunikasi dari Andy hingga belum adanya kabar landing dari pesawat yang dikendarainya tersebut. Padahal, seharusnya, pada pukul 12.17 WIB, deringan video call kembali ada di telepon genggam keluarga.

"Tapi sampai jam 13.17 WIB belum landing. Nah itu yang membuat kami semua khawatir," jelasnya.

2. Dering telepon malah datang dari maskapai yang mengabarkan pesawat lost contact

Rumah pilot pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Video call yang terus ditunggu pun tak kunjung datang, malah dering telepon dari pihak perusahaan yang mengabarkan kabar yang tak ingin keluarga dengar: pesawat lost contact. Ia pun mencoba memantau dari media sosial, televisi, online mengenai pencarian pesawat tersebut.

"Tapi kalau yang dalam dunia penerbangan yang namanya lost contact, ya pasti ada sesuatu yang tidak biasa," jelasnya.

3. Andy merupakan anak yang dibanggakan keluarga

Rumah pilot pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Agus mengungkapkan, Andy merupakan sosok kakak yang dibanggakan oleh keluarga. Ia dikenal konsisten dengan karier di satu perusahaan. Bahkan ketika ada tawaran kanan-kiri dari maskapai lain, kata dia, Andy tak bergeming.

Saking cintanya dengan dunia penerbangan, Andy yang sudah berkarier sejak awal tahun 90-an, juga menurunkan hal tersebut ke anak-anaknya. Hal ini memang menjadi keinginan dari keluarga besar dan hal itu menjadikan keluarga sangat bangga dengan Andy.

"Dan ini dibuktikan, mungkin ya kami tidak mendahului takdir, tapi mungkin ini yang jalan terbaik untuk dia," kata Agus.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team