Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pabrik di Cilegon diduga keluarkan gas HNO3
Pabrik di Cilegon diduga keluarkan HNO3 (dok. X/WeatherMonitors)

Intinya sih...

  • Polisi konfirmasi gas yang diduga bocor adalah HNO3, bukan pipa yang bocor

  • Pegawai meninggalkan proses pencampuran bahan kimia, kempu menggembung

  • Martua tegaskan tidak ada pipa bocor, asap oranye merupakan SOP darurat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Sebuah video viral di media sosial X mengenai adanya sebuah pabrik yang diduga bocor dan mengeluarkan zat kimia berwarna oranye hingga terbang tertiup angin ke berbagai arah di sekitarnya. Dalam postingan @WeatherMonitors, disebut bahwa 30 warga setempat dilarikan ke klinik usai gas asam nitrat bocor.

"BREAKING: : Around 30 residents are being rushed to a clinic after nitric acid gas (HNO₃) leaks from PT Vopak Terminal Merak, causing breathing difficulties and panic. Gerem Village, Grogol District, Cilegon City, Banten, Indonesia," tulis akun tersebut pada Sabtu (31/1/2026).

1. Polisi benarkan gas tersebut merupakan HNO3

Pabrik di Cilegon diduga keluarkan HNO3 (dok. X/WeatherMonitors)

Saat dikonfirmasi, Kapolres Cilegon, AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga, membenarkan bahwa gas yang bocor tersebut merupakan reaksi kimia dari cairan asam nitrat (HNO3) yang dialirkan dengan cara didorong dengan menggunakan gas nitrogen untuk membersihkan pipa ke arah scrubber yang selanjutnya menggunakan selang dialirkan dan bercampur dengan base oil atau minyak pelumas di dalam kempu.

"Sebenarnya bukan tangki penyimpanan atau IBC(intermediate bulk container)/kempu yang bocor atau pipa yang bocor, akan tetapi karena adanya proses reaksi kimia dari cairan asam nitrat (HNO3) atau Nitric acid," kata Martua.

2. Petugas pabrik sempat meninggalkan proses tersebut hingga terlihat kempu menggembung

Pabrik di Cilegon diduga keluarkan HNO3 (dok. X (WeatherMonitors)

Martua mengungkapkan, pegawai yang melakukan proses pencampuran bahan kimiawi tersebut lalu telah menutup rapat kempu, namun meninggalkan proses tersebut untuk melakukan ibadah salat.

"Setelah itu petugas kembali dimana kempu agak sedikit menggembung permukaannya dan selanjutnya dibuka tutupnya baru keluar gas bercampur asap yang berwarna orange," ungkapnya.

3. Martua tegaskan tidak ada pipa bocor

Pabrik di Cilegon diduga keluarkan HNO3 (dok. X (WeatherMonitors)

Martua pun memastikan, tidak adanya pipa bocor seperti berita yang beredar. Adapun, pihak pabrik menyebut proses tersebut terjadi karena ada sejumlah bahan kimia yang tercampur saat pembersihan.

"Kenapa bisa seperti itu karena ada reaksi kimia, tempat kayak kontainer warna putih. Bukan sumbatan, jadi memang kempu itu untuk menaruh asam nitrat ya, itu prosedur pembersihan pipa," sambungnya.

Adapun, asap oranye yang keluar dari kempu itu merupakan SOP darurat yang dilakukan pihak perusahaan. Polisi mengatakan dinas terkait telah melakukan uji kualitas udara untuk memastikan kondisi aman.

"Ya, namanya SOP tanggap daruratnya begitu harus dinetralisir karena harus dimasukkan cairan ke dalamnya namanya panas harus dikasih air. Bagaimana bisa membuktikan udara itu steril melalui pengecekan baik mutu udara ambien, alatnya dari DLH," katanya.

Editorial Team