Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wagub Banten Soroti Dugaan Hilangnya Kali Ciputat di Bintaro
Wagub Banten Dimyati (Dok. Khaerul Anwar)
  • Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusuma menyoroti dugaan penyalahgunaan aliran Kali Ciputat di Bintaro dan menegaskan sungai tidak boleh dialihfungsikan sembarangan.
  • Dimyati meminta penegakan hukum serta pembenahan segera dilakukan jika ditemukan pelanggaran terkait perubahan fungsi lahan yang memengaruhi alur sungai tersebut.
  • Kondisi Kali Ciputat kini memprihatinkan, alirannya tersumbat, mengalami pendangkalan, dan sebagian besar airnya berasal dari limbah domestik warga sekitar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang Selatan, IDN Times – Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusuma menyoroti dugaan penyalahgunaan aliran sungai di kawasan Bintaro, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Ia menegaskan bahwa keberadaan sungai seperti Kali Ciputat tidak boleh dialihfungsikan secara sembarangan.

Menurut Dimyati, setiap bentuk penyalahgunaan ruang air baik sungai, situ, maupun kawasan pesisir harus dihentikan dan ditindak tegas. “Gak boleh, sekali lagi kalau ada pantai, situ, sungai disalahgunakan itu harus disetop dan harus diberikan efek jera,” kata Dimyati, Rabu (5/5/2026).

1. Dimyati minta penegakkan dilakukan

Aliran Kali Ciputat kecil mati dengan kondisi memprihatinkan (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Pernyataan tersebut merespons isu yang berkembang di masyarakat terkait dugaan “hilangnya” aliran Kali Ciputat di kawasan Bintaro akibat pembangunan. Isu ini mencuat setelah adanya temuan dan pembahasan publik mengenai perubahan fungsi lahan yang diduga berkaitan dengan alur sungai.

Dimyati menegaskan, pemerintah daerah akan segera melakukan pembenahan dan penertiban jika ditemukan pelanggaran. Ia menyebut langkah tersebut merupakan arahan langsung dari pimpinan di tingkat atas.

“Atensinya segera dibenahi, melakukan penertiban. Itu sudah perintah pimpinan kami di atas,” kata dia.

2. Kali Ciputat rusak dan kini mati

peta berjudul Kebajoran yang dipublikasi tahun 1937 buktikan eksistensi 2 aliran Kali Ciputat (Dok. Koleksi Dutch Colonial Map Universitas Leiden)

Sebelumnya diberitakan, pantauan IDN Times, kini aliran air di kali tersebut tampak tak lagi mengalir sedari hulunya di pintu air karena tertutupnya pintu air. Jikapun pintu air itu dibuka, air yang seharusnya mengalir ke hilir akan kembali berbelok ke aliran utama Kali Ciputat, karena adanya sodetan dari 'leher' aliran tersebut ke aliran utama.

Selain itu kondisi kali selebar 2 meter lebih ini sangat memprihatinkan karena pendangkalan akibat timbunan sedimentasi, rerumputan, dan sisa batang pohon yang tumbang.

Memasuki area rumah pemotongan hewan dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), aliran Kali Ciputat kecil ini kembali dialiri air yang terpantau bersumber dari saluran limbah domestik MCK warga, drainase jalan Cendrawasih yang berada di barat aliran kali dan aliran buangan air lain yang belum diketahui.

Lalu, aliran kali yang berbau tak sedap itu mengalir ke arah jembatan rel kereta api di Staiun Jurangmangu, berbelok ke arah timur di antara bantaran rel kereta api dan jalan tol, menyempit menjadi hanya 1 meter.

Editorial Team