Lebak, IDN Times - Kawasan Maja di Kabupaten Lebak kini berkembang pesat sebagai wilayah permukiman perkotaan seiring pertumbuhan sektor properti. Namun, di tengah bertambahnya jumlah penduduk, akses transportasi publik yang andal menuju wilayah Jabodetabek masih terbatas, dan hampir sepenuhnya bergantung pada KRL Commuter Line.
Moda transportasi berbasis jalan dari Maja hanya mengandalkan satu akses utama melalui jalur Maja–Adhiyaksa di Solear, dengan kondisi jembatan di Kampung Panunggulan yang kian memprihatinkan. Jalur ini sempit, berliku, terhubung dengan jarak satu jam perjalanan ke pintu Tol Balaraja yang hanya dapat diakses kendaraan pribadi tanpa dukungan transportasi umum.
Kondisi tersebut terasa semakin berat setelah terjadi gangguan pada jalur KRL Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung di antara Stasiun Maja dan Tigaraksa, Kamis pagi (22/1/2026). Ratusan penumpang tertahan di stasiun, sementara alternatif transportasi nyaris tidak tersedia, terlebih saat hujan.
Alvia, salah satu warga Maja yang hendak berangkat kerja, mengatakan gangguan ini membuatnya kebingungan mencari moda pengganti.
“Di Maja enggak ada transportasi umum lain selain KRL. Saya coba pesan ojek online dan taksi daring, tapi enggak dapat sama sekali. Alasannya juga enggak jelas,” ujar Alvia, Kamis (22/1/2025).
