Warga Rangkasbitung mengeluhkan menu MBG saat Ramadan (Dok. IDN Times/warga)
Deni menjelaskan, secara program MBG memang membantu. Namun kualitas dan variasi menu perlu diperhatikan. Dia mencontohkan, lauk seperti ayam dan tempe ungkep masih harus digoreng kembali oleh orangtua sebelum disajikan saat berbuka.
“Untuk jagung rebus kalau dimakan saat berbuka apakah bagus buat kesehatan anak? Lalu, ayam dan tempe ungkep orangtua juga harus menggoreng lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika menu MBG selama Ramadan tidak disesuaikan, lebih baik bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang. Menurutnya, orangtua akan lebih leluasa menyiapkan menu berbuka yang sesuai bagi anak.
“Yang dimakan langsung saja banyak yang basi, apalagi menu MBG di bulan puasa yang saat ini diberikan malah jadi mubazir,” ucapnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara program MBG terkait keluhan wali murid tersebut.