Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi cuaca ekstrem. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi cuaca ekstrem. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Intinya sih...

  • Wilayah barat Banten berpotensi hujan lebat pada 22 Januari 2026

  • BMKG minta warga tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem

  • Peningkatan kewaspadaan diperlukan untuk mencegah bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang Selatan, IDN Times — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II mengeluarkan peringatan dini cuaca tiga harian untuk Provinsi Banten yang berlaku pada 22–23 Januari 2026. BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat.

Hujan dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang. Berdasarkan informasi resmi BMKG, pada Kamis, 22 Januari 2026, sejumlah wilayah di Banten masuk kategori siaga atau berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat. Daerah yang terdampak meliputi Kabupaten Pandeglang bagian barat dan utara, Kabupaten Serang bagian barat dan selatan, Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Tangerang bagian barat dan selatan, Kota Tangerang, serta Kota Tangerang Selatan.

1. Wilayah barat Banten berpotensi hujan lebat

ilustrasi cuaca ekstrem (freepik.com/creativeart)

Sementara itu, status waspada atau hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian selatan, Kabupaten Lebak bagian timur dan selatan, serta Kabupaten Serang bagian timur.

Memasuki Jumat, 23 Januari 2026, BMKG masih mencatat potensi hujan sedang hingga lebat di Kabupaten Lebak bagian timur dan utara, Kabupaten Tangerang bagian selatan, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Untuk hari tersebut, tidak ada wilayah Banten yang masuk kategori siaga maupun awas.

2. BMKG meminta warga tingkatkan kewaspadaan

Ilustrasi cuaca ekstrem. (IDN Times/Muhammad Nasir)

BMKG menegaskan bahwa peringatan dini tersebut menunjukkan potensi akumulasi hujan harian tertinggi dalam satu wilayah kabupaten atau kota. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi BMKG serta meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor.

“Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang. Pastikan mengikuti informasi terbaru dari sumber resmi BMKG,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Informasi cuaca detail hingga tingkat kelurahan dan desa dapat diakses melalui laman resmi BMKG di cuaca.bmkg.go.id.

Editorial Team